Pemkab Probolinggo Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Ekstrem
Share
SUARAGONG.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkolaborasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir ekstrem di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo, Kamis (29/1/2026).
Pemkab Probolinggo Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir Ekstrem di 5 Kecamatan
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari respons cepat pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat pascabencana yang dipicu intensitas hujan tinggi selama beberapa hari terakhir. Langkah tersebut sekaligus menjadi wujud kehadiran pemerintah di tengah situasi darurat yang dialami warga.
Fokus Penyaluran di Wilayah Terdampak Parah
Bantuan sembako difokuskan pada lima kecamatan yang mengalami dampak paling parah akibat banjir ekstrem, yakni Kecamatan Kraksaan, Gading, Krejengan, Pajarakan, dan Tongas.
Kelima wilayah tersebut tercatat mengalami genangan air cukup tinggi sehingga aktivitas warga terganggu dan berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa beras, gula, dan mie instan. Bantuan diberikan langsung kepada warga terdampak guna memastikan kebutuhan pangan dasar tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat pascabanjir.
Selain itu, langkah ini juga bertujuan menjaga stabilitas sosial masyarakat, mengingat kondisi banjir ekstrem turut memengaruhi akses logistik dan aktivitas ekonomi warga.
Respons Cepat Pemerintah Daerah
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, penyaluran bantuan sembako merupakan bagian dari penanganan darurat bencana banjir yang terjadi akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
“Pemkab Probolinggo melalui BPBD berupaya hadir di tengah masyarakat yang terdampak banjir ekstrem. Bantuan sembako ini kami prioritaskan bagi warga yang terdampak paling berat, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen memastikan warga terdampak tidak menghadapi kesulitan sendirian, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Pendataan dan Koordinasi Lintas Sektor
Selain penyaluran bantuan logistik, BPBD Kabupaten Probolinggo juga terus melakukan pendataan di lapangan untuk memastikan seluruh warga terdampak menerima bantuan secara merata dan tepat sasaran.
Oemar menegaskan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam penanganan banjir ekstrem ini. BPBD bekerja sama dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta unsur terkait lainnya untuk memantau kondisi warga dan mengantisipasi dampak lanjutan.
“Kami terus berkoordinasi dengan lintas sektor, termasuk pemerintah kecamatan dan desa, untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi,” jelasnya.
Imbauan Waspada Bencana Susulan
Di tengah proses penyaluran bantuan, BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, mengingat cuaca masih berpeluang hujan dengan intensitas tinggi.
“Kami mengimbau warga, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir, agar tetap waspada. Jika terjadi kondisi darurat, segera laporkan kepada aparat desa atau petugas BPBD agar bisa segera ditangani,” terangnya.
Baca Juga : Baznas Probolinggo Salurkan Ribuan Bantuan ZIS
Peran Dinsos Tangani Dampak Sosial
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto menegaskan Dinsos turut bersinergi dalam penanganan dampak sosial akibat banjir ekstrem, terutama bagi kelompok rentan.
“Dinas Sosial mendukung penuh penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir. Khususnya lansia, anak-anak, dan keluarga kurang mampu. Kami memastikan bantuan sosial dapat diterima dengan baik dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Dinsos juga siap melakukan pendampingan lanjutan apabila ditemukan warga yang membutuhkan penanganan khusus.
“Apabila ada warga yang memerlukan pendampingan sosial lebih lanjut. Termasuk kebutuhan dasar maupun layanan sosial lainnya. Dinas Sosial siap menindaklanjuti bersama perangkat daerah terkait,” tambahnya.
Harapan Pemulihan Berjalan Optimal
Melalui sinergi lintas perangkat daerah ini, Pemkab Probolinggo berharap penanganan dampak banjir ekstrem dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Kolaborasi BPBD, Dinsos, serta pemerintah kecamatan dan desa diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak. Baik itu secara sosial maupun ekonomi.
Langkah cepat dan terkoordinasi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat. Serta memastikan penanganan bencana dilakukan secara responsif, humanis, dan tepat sasaran. (Duh/Aye/sg)

