Type to search

Malang Pemerintahan

Pemkot Malang Koordinasi Intensif Amankan Kegiatan NU

Share
Pemkot Malang melakukan koordinasi lintas sektor secara intensif demi menyukseskan agenda kegiatan besar Nahdlatul Ulama (NU)

SUARAGONG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melakukan koordinasi lintas sektor secara intensif demi menyukseskan agenda kegiatan besar Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar selama dua hari di Kota Malang. Langkah ini melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), PWNU, PCNU, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga sejumlah perguruan tinggi.

Pemkot Malang Koordinasi Intensif Amankan Kegiatan NU, Dampak Ekonomi Diproyeksi Menggeliat

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, koordinasi tersebut difokuskan pada pengaturan pergerakan jamaah yang akan menempati sejumlah maktab atau lokasi penginapan sementara, termasuk pengamanan lalu lintas dan ketertiban umum.

“Pada dasarnya kami terus berkoordinasi, terutama dengan Forkopimda, PWNU, dan PCNU. Kami sebagai pelaksana bertugas mengatur pergerakan jamaah yang akan menempati maktab-maktab, termasuk koordinasi dengan pendidikan provinsi dan universitas,” ujar Wahyu.

Antisipasi Gangguan Aktivitas Warga

Wahyu mengakui, kegiatan berskala besar tersebut berpotensi berdampak pada aktivitas masyarakat selama pelaksanaan acara. Namun Pemkot Malang telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar gangguan bisa ditekan seminimal mungkin.

“Saya mohon maaf, tentu selama dua hari ini akan berdampak. Tapi ini harus kita lakukan sebagai bentuk antisipasi agar dampaknya bisa diminimalkan,” katanya.

Perputaran Ekonomi Diperkirakan Besar

Dari sisi ekonomi, Wahyu memperkirakan perputaran uang selama kegiatan NU berlangsung akan cukup signifikan. Ia mencontohkan pengalaman daerah lain seperti Sidoarjo, yang sebelumnya mencatat dampak ekonomi besar dari kegiatan serupa.

“Perputaran ekonominya luar biasa. Sampai saat ini hotel dan penginapan sudah banyak yang dipesan. Bahkan beberapa gereja juga digunakan sebagai tempat transit oleh PCNU di Kabupaten/Kota Malang,” jelasnya.

Menurut Wahyu, penggunaan gereja sebagai lokasi transit jamaah menjadi potret nyata toleransi dan solidaritas antarumat beragama di Kota Malang. Jamaah memanfaatkan tempat tersebut untuk beristirahat dan membersihkan diri sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan.

Tak hanya pengamanan dan akomodasi, Pemkot Malang juga menyiapkan penanganan kebersihan pasca-acara. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dilibatkan guna memastikan pengelolaan sampah dan pemulihan kondisi kota berjalan optimal.

“Semua kami siapkan, mulai dari sampah, lalu lintas, hingga penanganan setelah acara selesai. Semua OPD sudah saya libatkan dan diminta bergotong royong agar acara ini sukses,” pungkas Wahyu.(Fat/Aye/sg)

Tags:

You Might also Like