Type to search

Pemerintahan Surabaya

Pemkot Surabaya Borong Penghargaan BNN RI

Share
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menerima penghargaan atas dedikasinya dalam memberantas Narkoba dari BNN RI. 

SUARAGONG.COM – Komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam memerangi peredaran narkotika kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional dan provinsi. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menerima penghargaan atas dedikasinya dalam mewujudkan program Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar) dengan mendapat banyak Penghargaan dari BNN RI.

Pemkot Surabaya Borong Penghargaan BNN RI, Bukti Komitmen Berantas Narkoba

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Suyudi Ario Seto, dalam acara “Akselerasi Asta Cita ke-7: Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba Menuju Jawa Timur Bersinar. Hal ini sebagai Gerbang Baru Nusantara” di Balai Pemuda, Jumat (13/2/2026).

Pada kesempatan itu, Wali Kota Eri diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Surabaya, Tundjung Iswandaru, untuk menerima penghargaan tersebut.

Tidak hanya di tingkat kota, prestasi juga diraih hingga level kelurahan. Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut berhasil meraih Juara II Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) tingkat Provinsi Jawa Timur. Capaian ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat berjalan efektif dalam memutus rantai peredaran narkoba.

Suyudi Ario Seto menilai Surabaya berhasil mengimplementasikan program Pencegahan. Dimana juga termasuk Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) secara masif.

“Penghargaan tidak hanya diraih di tingkat kota, tetapi juga sampai ke akar rumput, yakni kelurahan,” ujarnya.

Percepatan Program Asta Cita

Ia menambahkan, percepatan program Asta Cita menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan bangsa dari ancaman narkoba. Khususnya di Jawa Timur yang menjadi salah satu gerbang utama Nusantara.

Sementara itu, Tundjung Iswandaru menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif. Di mana seluruh elemen masyarakat Surabaya bersatu.

Menurutnya, keberhasilan tersebut didukung pembentukan Tim Terpadu P4GN yang melibatkan lintas instansi. Mulai dari organisasi perangkat daerah, serta organisasi masyarakat. Bersama fokus pada pencegahan dan rehabilitasi.

Berbagai langkah strategis telah dilakukan, antara lain edukasi rutin kepada masyarakat, kerja sama dengan BNNK Surabaya dan lembaga mitra untuk menyusun buku saku P4GN bagi remaja dan orang tua, serta pelaksanaan tes urine secara berkala guna menjaga lingkungan kerja dan pemukiman tetap bersih dari narkoba.

Selain itu, inovasi pencegahan juga diterapkan di sektor pendidikan, salah satunya melalui pembentukan SDN Wonokusumo 1/40 sebagai sekolah “Panah Bersinar” (Prestasi, Aman, Nyaman, Agamis, Humanis, dan Bersih dari Narkoba).

Pemulihan Kawasan Rawan Narkoba

Pemkot juga melakukan pemulihan kawasan rawan, termasuk di Jalan Kunti, Kelurahan Sidotopo, agar bertransformasi menjadi lingkungan yang aman dari peredaran narkotika.

Selain Wonorejo, sejumlah kelurahan lain menjadi fokus penguatan program Bersinar sepanjang 2025, di antaranya Putat Jaya, Banyu Urip, Gayungan, Menanggal, Dukuh Menanggal, Ketintang, Kebonsari, Pagesangan, Gunung Sari, Balongsari, hingga Sidotopo.

Tundjung menegaskan bahwa penghargaan ini bukan akhir dari upaya pemberantasan narkoba. Melainkan dorongan untuk terus meningkatkan pengawasan dan perlindungan generasi muda dari bahaya narkotika.

“Ini bukan garis finis, tetapi motivasi bagi kami untuk menjaga anak cucu dari ancaman narkoba. Demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (Wahyu/aye/sg)

Tags:

You Might also Like