Perkuat Pendidikan Karakter Siswa SMP Probolinggo lewat Deep Learning
Share
SUARAGONG.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo terus mendorong penguatan pendidikan karakter siswa SMP. Salah satunya melalui pengembangan pembelajaran deep learning yang digelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP, Selasa (13/1/2026).
Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Dorong Pembelajaran Deep Learning
Kegiatan yang berlangsung di ruang Ki Hajar Dewantara Disdikdaya Probolinggo ini diikuti sekitar 170 guru PAI SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Probolinggo. Forum ini menjadi ajang peningkatan kompetensi guru sekaligus ruang berbagi strategi pembelajaran yang relevan dengan tantangan era digital.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menegaskan, pendidikan karakter saat ini menghadapi tantangan besar seiring derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi. Karena itu, peran guru PAI dinilai sangat strategis dalam menanamkan nilai keimanan, akhlak, toleransi, dan tanggung jawab secara kontekstual.
“Melalui MGMP, guru bisa saling berbagi praktik baik dan mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Probolinggo Like Lidyawati menekankan bahwa generasi emas hanya bisa terwujud jika pendidikan mampu menyeimbangkan kecerdasan dan karakter.
“Cerdas tanpa karakter itu berbahaya, sedangkan karakter tanpa kecerdasan tidak berdaya,” tegasnya.
Baca Juga : Peran DWP Pendidikan Anak untuk Indonesia Emas 2045
Nilai Integritas, Empati dan Mental Tangguh
Menurutnya, pendidikan karakter harus menanamkan nilai integritas, empati, mental tangguh, serta kebinekaan global secara berkelanjutan. Pendekatan deep learning dinilai tepat karena mendorong siswa berpikir kritis, reflektif, dan mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Disdikdaya Probolinggo berharap pembelajaran PAI di SMP semakin bermakna dan berdampak langsung pada pembentukan karakter siswa. Menjadi siswa yang berakhlakul karimah dan berprofil Pelajar Pancasila. (Aye/sg)

