Plastik Mencekik, Harga Air Mineral Terancam Naik!
Share
SUARAGONG.COM – Siap-siap rogoh kocek lebih dalam cuma buat sekadar melepas dahaga, ngab! Kabar buruk datang dari industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Perkumpulan Pengusaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) baru saja kasih peringatan keras kalau harga air mineral botolan atau galon berpotensi naik drastis sampai 45%. Wah, bisa-bisa harga air putih makin saingan sama harga kopi kekinian nih!
Gara-gara Plastik dan Harga Minyak Dunia, Harga Air Mineral Terancam Naik
Kenapa sih harganya harus naik setinggi itu? Ternyata pelakunya adalah bahan baku plastik. Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, nge-spill kalau 99% plastik itu dibuat dari bahan bakar fosil. Nah, karena situasi geopolitik di Timur Tengah lagi panas, harga minyak mentah dunia pun ikut “meledak”.
Efek dominonya? Harga bahan baku plastik kayak PET (buat botol) dan HDPE (buat tutup/galon) melonjak antara 25% sampai 100% sejak awal April 2026 ini! “Kami prihatin atas tekanan berat ini. Kenaikan energi langsung menghantam industri kemasan,” ujar Karyanto.
UMKM Terancam ‘Game Over’ & PHK Massal
Masalah ini nggak cuma soal harga di minimarket yang jadi mahal. Para pengusaha AMDK skala kecil atau UMKM sekarang lagi di ujung tanduk. Banyak yang terancam nggak bisa lanjut produksi dalam 1-2 bulan ke depan karena modalnya nggak nutup buat beli bahan baku yang makin nggak masuk akal harganya.
Dampaknya bisa sangat red flag: PHK massal puluhan ribu karyawan di sektor plastik dan air minum. Kalau ini terjadi, akses masyarakat ke air minum murah bakal makin susah, terutama buat temen-temen kelas menengah ke bawah.
Solusi: Minta ‘Diskon’ Pajak ke Pemerintah
Biar nggak makin parah, AMDATARA lagi minta tolong ke pemerintah buat kasih intervensi darurat. Mereka usul supaya PPN kemasan diturunin dari 11% jadi 8%, plus pembebasan bea masuk buat bahan baku impor. Tujuannya satu: Biar harga air mineral nggak jadi barang mewah dan UMKM tetep bisa survive.
Selain itu, pengembangan plastik daur ulang (rPET) yang aman buat makanan juga didorong buat jadi solusi jangka panjang biar kita nggak terus-terusan ketergantungan sama minyak bumi.
Baca Juga : Minyak Dunia Going To the Moon: Gojek Siap Naikkan Tarif
Kesimpulan: Waktunya Bawa Botol Minum Sendiri?
Kalau kenaikan 45% ini beneran kejadian, mungkin ini saatnya kita makin rajin bawa tumbler atau botol minum sendiri dari rumah. Selain lebih hemat buat dompet, kita juga bisa bantu ngurangin sampah plastik yang harganya lagi “selangit” itu.
Gimana tanggapan kalian, guys? Kalau harga air mineral naik hampir separuh harga, kalian bakal tetep beli atau pilih masak air sendiri di rumah? Komen di bawah ya! (Aye/sg)

