Puluhan Kapal di Pelabuhan Probolinggo Jalani Ramp Check
Share


FT: Puluhan kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Tembaga menjalani ramp check guna memastikan keselamatan para penumpang/ SC: Duh
SUARAGONG.COM – Menjelang arus balik Lebaran, Pelabuhan Probolinggo menjadi salah satu titik krusial dalam pengamanan transportasi laut. Puluhan kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Tembaga menjalani ramp check guna memastikan keselamatan para penumpang. Kegiatan ini dilakukan oleh petugas gabungan dari Kesyahbandaran Pelabuhan Probolinggo serta anggota TNI dan Polri.
Mudik Lancar! Puluhan Kapal di Pelabuhan Tanjung Tembaga Jalani Ramp Check
Pemeriksaan tersebut mencakup alat kelengkapan keselamatan di setiap kapal penyeberangan. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah jaket pelampung atau life jacket yang wajib tersedia dan dikenakan penumpang sebelum kapal berlayar. Selain itu, petugas juga memeriksa kelengkapan lainnya seperti ban penyelamat dan skoci. Tim kesehatan pelabuhan juga disiagakan untuk memeriksa kondisi kesehatan nakhoda dan anak buah kapal sebelum mereka bertugas.
Kepala KSOP Kelas 4 Probolinggo, I Gusti Agung Komang Arbawa, menegaskan bahwa semua kapal harus memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan. “Menjelang arus mudik Lebaran, semua sudah dilakukan termasuk ramp check kapal penyeberang dari Gili Ketapang ke Probolinggo. Ramp check ini untuk memeriksa alat kelengkapan keselamatan, salah satunya life jacket. Hal tersebut agar kapal penyeberangan dapat memenuhi persyaratan layak laut, dilarang berlayar dalam kondisi cuaca buruk, dan dilarang mengangkut penumpang melebihi kapasitas,” ujarnya.
Baca Juga : Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Gratis Saat Mudik Lebaran 2025
Aturan Ketat Guna Menekan Angka Kecelakaan
Selain pemeriksaan keselamatan, pihak Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 4 Probolinggo juga memberlakukan sejumlah aturan ketat guna mencegah kecelakaan laut selama arus mudik dan balik. Salah satunya adalah larangan berlayar pada malam hari bagi kapal penyeberangan yang mengangkut penumpang. Langkah ini diambil untuk menghindari risiko kecelakaan yang bisa terjadi akibat minimnya visibilitas dan faktor cuaca yang tidak menentu.
Setiap kapal yang melayani rute Gili Ketapang–Probolinggo juga diwajibkan mengikuti aturan ketat terkait jumlah penumpang. Kapal dilarang mengangkut penumpang secara berlebihan guna memastikan keselamatan selama perjalanan laut. Aturan ini menjadi penting mengingat jalur penyeberangan menuju Gili Ketapang sering mengalami lonjakan jumlah wisatawan, terutama saat libur Lebaran.
Baca Juga : Probolinggo Jadi Titik Krusial dalam Arus Mudik Lebaran 2025
Aktivitas di Pelabuhan Probolinggo Masih Normal
Pada H-8 Lebaran, aktivitas di Pelabuhan Probolinggo masih terlihat normal tanpa lonjakan penumpang yang signifikan. Namun, diprediksi bahwa puncak arus balik akan terjadi pada H-5, ketika masyarakat mulai kembali ke kota asalnya setelah merayakan Idul Fitri di kampung halaman. Petugas akan tetap siaga untuk memastikan bahwa proses embarkasi dan debarkasi berjalan lancar serta aman bagi semua pengguna jasa transportasi laut.
Dengan berbagai langkah pengamanan dan pemeriksaan yang dilakukan, diharapkan arus balik Lebaran melalui Pelabuhan Probolinggo bisa berjalan lancar tanpa kendala berarti. Pihak berwenang pun mengimbau agar seluruh penumpang mematuhi aturan keselamatan yang berlaku serta selalu waspada selama perjalanan.(aye)
Baca Juga Artikel Berita Lain Dari Suaragong di Google News