Type to search

Ekonomi Probolinggo

UMKM Ramadhan Fest 2026 Probolinggo Ditutup Meriah, Letto Bikin Heboh

Share
UMKM Ramadhan Fest 2026 Probolinggo

SUARAGONG.COM – Festival UMKM Ramadhan Fest 2026 Probolinggo resmi ditutup lewat closing ceremony yang berlangsung meriah pada Sabtu (7/3/2026). Acara penutupan digelar di halaman Toko Rakyat Serba Ada (Torasera) Paiton, Kabupaten Probolinggo. Festival yang berlangsung selama hampir sepekan ini jadi ajang seru bagi para pelaku usaha lokal untuk memamerkan sekaligus menjual produk mereka. Mulai dari kuliner, kerajinan tangan, sampai produk kreatif lainnya ikut meramaikan festival yang dipadati pengunjung tersebut.

Selama beberapa hari pelaksanaannya, UMKM Ramadhan Fest 2026 Probolinggo bukan cuma jadi tempat belanja, tapi juga ruang bertemunya pelaku usaha, pemerintah, hingga lembaga keuangan yang sama-sama ingin mendorong pertumbuhan UMKM di daerah. Acara penutupan juga dihadiri banyak tokoh penting. Mulai dari Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, Wakil Bupati Fahmi AHZ, hingga pejabat dari pemerintah pusat dan pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton.

UMKM Ramadhan Fest 2026 Probolinggo Hasil Kolaborasi Pemerintah dan BSI

Festival ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Event ini berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Maret 2026. Sekitar 50 pelaku UMKM dari Kabupaten Probolinggo ikut ambil bagian dalam festival ini. Mereka merupakan UMKM binaan Bank Syariah Indonesia dan Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

Lewat kegiatan seperti UMKM Ramadhan Fest 2026 Probolinggo, para pelaku usaha kecil mendapat kesempatan lebih luas untuk mengenalkan produknya ke masyarakat. Selain itu, festival ini juga membuka peluang bagi UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan dan dukungan pengembangan usaha dari berbagai lembaga.

Acara penutupan turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti, Direktur Utama PIP Ismed Saputra, serta Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy.

Baca juga: Kraksaan Pride! GP Ansor Bikin Drag Race BMX Malam Hari

Festival UMi Jadi Ruang Tumbuh UMKM

Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti mengatakan bahwa festival ini merupakan bagian dari program Festival Ultra Mikro (UMi) yang rutin digelar di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, kegiatan seperti UMKM Ramadhan Fest 2026 Probolinggo sangat penting untuk memberi ruang promosi bagi para pelaku usaha kecil.

“Ini kegiatan yang luar biasa. Festival UMi biasanya kita lakukan di berbagai daerah. Tahun ini fokusnya di Probolinggo, Malang dan Jember,” ujarnya.

Ia berharap festival ini bisa menjadi tempat bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produknya ke masyarakat yang lebih luas. Karena bagaimanapun, UMKM masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia.

Baca juga: Dinkes Probolinggo Uji Sampel Jajanan di Alun-alun Kraksaan

Kabupaten Probolinggo Punya 76 Ribu UMKM

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga menerima penghargaan dari Bank Syariah Indonesia atas dukungannya terhadap pengembangan UMKM di daerah. Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah pusat terhadap para pelaku usaha kecil.

“Alhamdulillah hari ini kita hadir bersama keluarga besar Kementerian Keuangan, PIP, dan juga Bank Syariah Indonesia sebagai bentuk dukungan kepada UMKM,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa jumlah pelaku usaha di Kabupaten Probolinggo saat ini mencapai sekitar 76 ribu UMKM. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa sektor usaha mikro memang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat di daerah. Dengan dukungan dari pemerintah pusat, Haris berharap para pelaku usaha lokal bisa terus berkembang dan naik kelas.

Baca juga: Kucing-Kucingan! PKL Jalan Cokro Disisir, Satpol PP Singgung Dugaan Pungli

Bantuan Modal, Beasiswa hingga Bingkisan Lebaran

Selain festival dan pameran produk, acara penutupan juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial. Salah satunya penyerahan simbolis pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada enam nasabah oleh Bank Syariah Indonesia. Kemudian ada juga penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) kepada enam pelaku UMKM oleh Pusat Investasi Pemerintah.

Tak hanya itu, ada juga penyerahan donasi dan beasiswa kepada santri berprestasi dari Pondok Pesantren Nurul Jadid. Panitia juga memberikan bingkisan Lebaran untuk marbot dan lingkungan masjid sekitar. Program-program ini menjadi bukti bahwa UMKM Ramadhan Fest 2026 Probolinggo tidak hanya fokus pada ekonomi, tapi juga membawa dampak sosial bagi masyarakat.

Baca juga: Resmi! Besaran Zakat Fitrah Kabupaten Probolinggo 2026

Torasera Nurja Berkah Siap Tampung Produk UMKM

Kepala Yayasan Pondok Pesantren Nurul Jadid Ahmad Faiz Abdul Haq Zaini menjelaskan bahwa kehadiran Torasera Nurja Berkah juga diharapkan bisa membantu pemasaran produk UMKM. Menurutnya, toko ritel ini merupakan pengembangan dari jaringan ritel sebelumnya yaitu NJ Mart.

“Torasera Nurja Berkah ini kami harapkan bisa menjadi bagian dari supporting UMKM di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Dengan adanya toko ini, produk-produk UMKM lokal diharapkan bisa lebih mudah masuk ke pasar ritel dan menjangkau konsumen lebih luas.

Baca juga: Pemkab Probolinggo Gerak Cepat Tangani Genangan di Leces

Penutupan Meriah, Ada Fashion Show dan Konser Letto

Penutupan UMKM Ramadhan Fest 2026 Probolinggo berlangsung meriah dan penuh hiburan. Salah satu acara yang paling mencuri perhatian adalah lomba fashion show yang diikuti lembaga pendidikan se-Kecamatan Paiton. Generasi muda ikut ambil bagian dalam festival ini sehingga suasana acara terasa lebih hidup.

Sebagai penutup, penampilan band nasional Letto sukses menghibur masyarakat yang hadir. Lagu-lagu mereka langsung disambut antusias oleh penonton. Dengan berakhirnya festival ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha bisa terus berlanjut. Tujuannya tentu satu: membuat UMKM lokal semakin berkembang dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah. (duh/dny)

Tags:

You Might also Like