Type to search

Probolinggo

Rampcheck Bus Wisata Bromo Jelang Lonjakan Libur Akhir Tahun

Share
rampcheck bus wisata Bromo

SUARAGONG.COM – Menjelang libur akhir tahun, arus wisata ke kawasan Gunung Bromo diprediksi melonjak tajam. Ratusan bus pariwisata diperkirakan memadati jalur menuju destinasi unggulan Jawa Timur tersebut. Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan dan memastikan keselamatan wisatawan, rampcheck bus wisata Bromo mulai dilakukan sejak dini oleh otoritas terkait.

Langkah ini menjadi bentuk kesiapsiagaan menghadapi lonjakan mobilitas wisatawan, mengingat jalur menuju Bromo dikenal memiliki medan ekstrem dengan tanjakan dan turunan panjang, serta tikungan tajam yang membutuhkan kendaraan dan pengemudi dalam kondisi prima.

Antisipasi Lonjakan Wisata Lewat Rampcheck Bus Wisata Bromo

Libur akhir tahun selalu menjadi momen favorit masyarakat untuk berwisata, termasuk ke kawasan Gunung Bromo. Jalur menuju kawasan wisata ini menuntut kesiapan ekstra, terutama bagi bus pariwisata yang mengangkut rombongan wisatawan dalam jumlah besar.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menggelar rampcheck bus wisata Bromo sebagai langkah preventif. Pemeriksaan ini bertujuan menekan potensi kecelakaan lalu lintas sekaligus memastikan kendaraan yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan. Rampcheck dilakukan secara intensif selama periode rawan lonjakan kendaraan, khususnya menjelang dan saat puncak libur akhir tahun.

Baca juga: Kabupaten Probolinggo Borong 7 Penghargaan Jatim Environment Community Award 2025

Dua Titik Strategis Rampcheck Bus Wisata Bromo

Pemeriksaan kendaraan difokuskan pada dua titik strategis yang menjadi jalur utama bus pariwisata menuju kawasan Gunung Bromo. Lokasi pertama berada di Pasar Sukapura, sementara titik kedua berada di Rest Area Oleh-oleh Alia Bromo, Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Kedua titik ini dipilih karena menjadi pintu masuk utama kendaraan besar yang membawa wisatawan. Selama masa liburan, volume kendaraan di jalur ini diprediksi meningkat signifikan, sehingga pengawasan ekstra dinilai sangat diperlukan demi keselamatan perjalanan.

Baca juga: 2.792 Tenaga Non ASN Kabupaten Probolinggo Resmi Jadi ASN

Fokus Kelaikan Kendaraan dalam Rampcheck Bus Wisata Bromo

Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo, Edy Suryanto, menegaskan bahwa rampcheck bus wisata Bromo dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya sebatas pemeriksaan administrasi. Aspek teknis kendaraan menjadi perhatian utama karena berpengaruh langsung terhadap keselamatan penumpang.

“Rampcheck ini untuk memastikan bus pariwisata benar-benar laik jalan. Mulai dari sistem pengereman, kondisi ban, lampu, hingga kelengkapan administrasi kami periksa secara menyeluruh,” ujarnya.

Sistem pengereman menjadi fokus utama mengingat jalur menuju Bromo memiliki kontur menurun yang panjang. Selain itu, kondisi ban dan lampu juga diperiksa guna memastikan kendaraan mampu beroperasi dengan aman di berbagai kondisi cuaca dan medan jalan.

Baca juga: Hujan Deras di Hulu Picu Banjir Kiriman di Dringu Probolinggo

Administrasi dan Kepatuhan Regulasi Kendaraan Wisata

Selain pemeriksaan teknis, petugas juga mengecek kelengkapan administrasi kendaraan. Dokumen seperti STNK, buku uji KIR, hingga izin operasional bus pariwisata menjadi bagian penting dalam rampcheck bus wisata Bromo.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap kendaraan yang beroperasi telah memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku. Dengan begitu, risiko kecelakaan akibat kendaraan yang tidak memenuhi syarat dapat dicegah sejak awal, sebelum memasuki jalur wisata yang padat dan berisiko tinggi.

Baca juga: Ning Marisa Dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo

Kesiapan Pengemudi Jadi Perhatian Khusus

Tak hanya kendaraan, faktor pengemudi juga menjadi perhatian serius dalam kegiatan rampcheck ini. Dishub Kabupaten Probolinggo menilai bahwa kesiapan dan kedisiplinan sopir memiliki peran besar dalam keselamatan perjalanan, terutama di jalur ekstrem seperti menuju Gunung Bromo. Menurut Edy Suryanto, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi keselamatan berkendara kepada para sopir bus pariwisata.

“Kami sudah memberikan sosialisasi terkait teknik berkendara aman, khususnya saat melintasi turunan panjang menuju Bromo. Pengemudi harus memahami risiko dan menerapkan teknik pengereman yang benar,” jelasnya.

Sosialisasi tersebut mencakup pengaturan kecepatan, teknik pengereman yang tepat, serta kewaspadaan terhadap perubahan kondisi jalan dan cuaca.

Baca juga: Panen Bawang Merah Probolinggo Tembus 20,9 Ton per Hektare

Upaya Pencegahan Kecelakaan Wisata

Pelaksanaan rampcheck bus wisata Bromo ini merupakan bagian dari upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan pariwisata. Keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama, mengingat tingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke Bromo saat libur akhir tahun.

Dengan inspeksi ketat ini, diharapkan seluruh bus pariwisata yang melintas berada dalam kondisi optimal dan aman. Pengemudi pun diharapkan lebih disiplin dan waspada, sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin.

Baca juga: Wushu Kabupaten Probolinggo Raih 4 Medali di Kejurda Sanda

Harapan Wisata Aman dan Tertib di Bromo

Melalui rampcheck dan sosialisasi keselamatan berkendara, Dishub Kabupaten Probolinggo berharap perjalanan wisata menuju Gunung Bromo dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. Langkah preventif ini juga diharapkan mampu menjaga citra Bromo sebagai destinasi wisata unggulan yang mengedepankan keselamatan pengunjung.

Sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat diharapkan terus berjalan optimal selama masa libur akhir tahun, seiring meningkatnya aktivitas pariwisata di Kabupaten Probolinggo. (duh/dny)

Tags:

You Might also Like