Ribuan Peserta Ramaikan Brawijaya Choir Festival ke-11, PSM UB Gaungkan “A Dream A World of Symphony”
Share
SUARAGONG.COM – Setelah sempat vakum akibat pandemi Covid-19, Brawijaya Choir Festival (BCF) ke-11 akhirnya kembali bergema di tahun 2026. Mengusung tema “A Dream A World of Symphony”, ajang nasional ini menjadi momentum kebangkitan dunia paduan suara sekaligus ruang silaturahmi bagi komunitas vokal dari berbagai daerah di Indonesia.
Brawijaya Choir Festival ke-11, PSM UB Gaungkan “A Dream A World of Symphony”
Opening Ceremony Brawijaya Choir Festival ke-11 digelar sebagai ajang bergengsi yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa Universitas Brawijaya (PSM UB). Kegiatan ini merupakan agenda rutin dua tahunan yang kini kembali terselenggara setelah terhenti beberapa tahun.
Pembina PSM UB, Diah Pawestri Maharani S.H., M.H., menjelaskan bahwa Brawijaya Choir Festival merupakan kompetisi berskala nasional dengan kategori peserta yang sangat beragam.
“Ini adalah kompetisi nasional. Tapi kita tidak hanya membidik mahasiswa. Ada beberapa kategori, mulai anak-anak, pelajar SMA, hingga mahasiswa dari berbagai universitas di berbagai provinsi di Indonesia,” jelas Diah.
Sekitar 3.000 Peserta dari 70 Lebih Grup
Antusiasme peserta terlihat luar biasa. Berdasarkan pendataan panitia, jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 3.000 orang, terdiri dari kurang lebih 70 hingga 77 grup paduan suara dari berbagai kategori.

Peserta dan Tamu undangan Brawijaya Choir Festival (BCF) ke-11 di Auditorium UB (Aye/sg)
Setiap grup rata-rata beranggotakan sekitar 40 orang. Tak hanya itu, kompetisi ini juga membuka kategori single singer, sehingga semakin memperluas partisipasi.
“Kemarin sudah didata kurang lebih sekitar 3.000 peserta. Kalau dihitung, ada sekitar 77 grup. Selain itu juga ada kategori penyanyi tunggal, jadi ini menjadi ajang yang prestisius dan menarik,” terangnya.
Menurut Diah, kegiatan ini merepresentasikan PSM UB sebagai wajah kegiatan mahasiswa yang modern, dinamis, dan berkualitas. Dukungan pun datang dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pariwisata, Budaya, dan Olahraga.
Ke depan, PSM UB berharap semakin banyak universitas yang bergabung dalam gelaran Brawijaya Choir Festival.
Target Prestasi hingga Level Internasional
Selain BCF, PSM UB juga menargetkan partisipasi di berbagai kompetisi nasional seperti Pesparawi dan event paduan suara nasional lainnya, bahkan merencanakan keikutsertaan di ajang internasional di Tokyo.
Wakil Rektor III Universitas Brawijaya, Dr. Setiawan Noerdajasakti S.H., M.H., menegaskan bahwa UB berkomitmen mencetak mahasiswa berprestasi di berbagai bidang.
“Mencetak mahasiswa yang berprestasi sebanyak-banyaknya di dalam kompetisi mahasiswa apa pun,” tegasnya.
Ia menyebut, selama ini PSM UB telah menorehkan berbagai prestasi, baik nasional maupun internasional. Dua tahun lalu, UB meraih medali emas di Semarang, serta memenangkan kompetisi di Malaysia dan Filipina.
Terkait kolaborasi lintas pihak, Setiawan menilai hal tersebut sebagai peluang yang harus ditangkap mahasiswa, sementara pihak rektorat berperan memberikan dukungan penuh.
“Kalau berkolaborasi dengan pihak mana pun, itu peluang yang harus ditangkap mahasiswa. Kami sebagai jajaran kemahasiswaan rektorat sifatnya men-support,” ujarnya.
Penutup
Sebagai Penutup. Ia juga menyebut Brawijaya Choir Festival ke-11 sebagai ajang prestisius dan kebanggaan Universitas Brawijaya.
Tak sekadar kompetisi, festival ini juga menjadi wadah silaturahmi komunitas paduan suara se-Indonesia, sekaligus ruang pengembangan seni, kreativitas vokal, dan jejaring antar pelaku musik. (Aye/sg)

