Darurat! Ruang Kelas Rusak DPRD Sampang Disorot
Share
SAMPANG, SUARAGONG.COM – Masalah ruang kelas rusak Sampang lagi-lagi jadi sorotan. Bukan cuma soal tembok retak atau atap bocor, tapi ini soal keselamatan anak-anak yang tiap hari datang ke sekolah buat ngejar mimpi. Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Dapil Madura, Harisandi Savari, angkat suara soal kondisi memprihatinkan yang dialami siswa di SDN Margantoko 1 Jrengik, Kabupaten Sampang.
Menurutnya, persoalan ini nggak bisa dianggap sepele. Infrastruktur pendidikan itu fondasi. Kalau fondasinya aja goyah, gimana mau bangun masa depan yang kuat?
Ruang Kelas Rusak Sampang Bukan Masalah Baru
Di daerah-daerah yang masih tergolong tertinggal seperti Sampang, ketersediaan ruang kelas yang layak memang masih jadi PR besar. Jumlah kelas terbatas, kondisi bangunan banyak yang rusak, dan beberapa bahkan dinilai membahayakan.
Harisandi bilang, kualitas dan kuantitas ruang kelas itu berpengaruh banget ke proses belajar-mengajar. Anak-anak butuh rasa aman dan nyaman buat bisa fokus belajar.
“Kalau ruang kelasnya bikin was-was, gimana anak-anak mau konsentrasi?” kira-kira begitu pesan yang ingin ditegaskan.
Sebagai anggota Fraksi PKS dan Komisi D DPRD Jatim, ia menilai pembangunan serta perbaikan infrastruktur pendidikan harus jadi prioritas utama dalam perencanaan dan penganggaran daerah.
Karena ya, sekolah itu bukan cuma tempat duduk-duduk sambil dengerin tenaga ajar. Di sanalah karakter dibentuk, mimpi disusun, dan masa depan dirancang.
Baca juga: Khofifah Bagi Rp12,68 Miliar Bantuan Sosial Sampang 2025
DPRD Jatim Kawal Ketat Isu Pendidikan
Soal pengawalan isu pendidikan, DPRD Provinsi Jawa Timur nggak tinggal diam. Secara kelembagaan, mereka punya mekanisme koordinasi dengan Dinas Pendidikan. Biasanya, aspirasi masyarakat yang masuk saat masa reses jadi bahan penting buat dibahas lebih lanjut. Termasuk laporan soal ruang kelas rusak Sampang ini. Dari sisi komisi dan fraksi, DPRD juga aktif minta data detail:
- Berapa jumlah ruang kelas rusak?
- Berapa kebutuhan Ruang Kelas Baru?
- Mana aja lokasi yang harus diprioritaskan?
Data itu penting supaya penanganannya tepat sasaran dan nggak cuma jadi wacana tahunan. Harisandi menegaskan, DPRD ingin memastikan semua laporan yang diterima benar-benar akurat. Jangan sampai ada sekolah yang sudah darurat tapi malah nggak masuk daftar prioritas.
Baca juga: Batik Tulis Sampang sebagai Warisan Budaya Khas Jawa Timur
Keselamatan Siswa Harus Jadi Prioritas Utama
Untuk kondisi di SDN Margantoko 1 Jrengik yang dinilai sudah membahayakan, Harisandi mendorong langkah cepat.
Menurutnya, kalau memang ruang kelas rawan roboh atau membahayakan, sebaiknya segera dihentikan penggunaannya. Kegiatan belajar bisa dialihkan sementara ke tempat yang lebih aman, seperti balai desa atau kelas darurat.
Karena jujur aja, nggak ada yang lebih penting dari keselamatan anak-anak. Ia juga merekomendasikan adanya pembangunan atau rehabilitasi darurat supaya siswa bisa kembali belajar dengan tenang. Jangan sampai mereka harus belajar sambil takut atap runtuh atau tembok ambruk.
Baca juga: Bank Jatim Serahkan CSR Dua Unit Tangki Air Ke Pemkab Sampang
Pendidikan Layak Itu Hak Bukan Bonus
Kasus ruang kelas rusak Sampang ini sebenarnya jadi pengingat buat semua pihak. Pendidikan yang layak itu hak dasar, bukan bonus yang cuma dinikmati daerah tertentu. Baik di kota besar maupun di pelosok desa, setiap anak Indonesia berhak duduk di ruang kelas yang aman, nyaman, dan manusiawi.
Sekolah bukan cuma soal kurikulum dan nilai ujian. Lingkungan fisik juga punya peran besar dalam membentuk semangat belajar. Kalau ruang kelasnya rusak, fasilitas minim, dan kondisi membahayakan, itu bukan cuma soal bangunan. Itu soal masa depan generasi.
Sekarang, yang paling ditunggu tentu realisasi nyata. Bukan sekadar pernyataan atau janji, tapi aksi cepat dan terukur. Karena pada akhirnya, yang terdampak langsung bukan pejabat, bukan birokrat tapi anak-anak yang setiap pagi datang ke sekolah dengan seragam rapi dan harapan besar. Dan mereka pantas dapat yang lebih baik. (wahyu/dny)

