Type to search

Ekonomi

Rupiah Melemah Mendekati 17.000 Ini Biang Keroknya

Share
rupiah melemah mendekati 17.000

SUARAGONG.COM – Kalau kamu buka berita ekonomi hari ini, kamu pasti langsung lihat angka-angka mencekam itu rupiah melemah mendekati 17.000 terhadap dolar AS. Ya, bener banget di banyak bank besar, kurs jual USD sudah di atas Rp17.000 bahkan menyentuh angka Rp17.065 per dolar AS! Wih, kok bisa sih sampai sejauh ini?

Apa Sih Rupiah Melemah? Kenapa Itu Penting?

Pertama, istilah melemah di sini berarti nilai rupiah turun kalau dibandingin sama dolar AS artinya, kamu butuh lebih banyak rupiah buat beli 1 dolar. Misalnya dulu Rp14.000/USD, sekarang bisa hampir Rp17.000/USD. Itu bikin barang impor, biaya perjalanan luar negeri, atau sekolah di luar negeri jadi lebih mahal.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp20.000? Santai Dulu Cuy, Ini Faktanya

Posisi Rupiah Sekarang Nyaris Sentuh Rp17.000

Gini update terbaru banget:

  • Bank-bank besar udah pasang kurs jual dolar di atas Rp17.000, misalnya di BCA dan BNI.
  • Kurs transaksi resmi Bank Indonesia (BI) pun tercatat Rp17.019,67/US$ sebagai acuan transaksi BI dengan pihak lain.

Intinya, bukan sekadar judul clickbait beneran sekarang rupiah ngegas ke bawah dan nyaris nyentuh batas psikologis Rp17 ribu.

Baca juga: Rial Iran Rontok Banget Rp1 Juta Jadi Miliarder

Penyebab Rupiah Melemah Santai Dikit Biar Paham

Spekulasi dan Sentimen Pasar

Salah satu biang keroknya adalah kekhawatiran investor soal independensi Bank Indonesia. Ini muncul karena wacana beberapa pejabat pemerintahan pindah ke posisi strategis di bank sentral. Banyak investor jadi takut kalau BI gak bisa ikut stabilin rupiah dengan kebijakan moneter yang objektif. Kalau investor mulai kabur (capital outflow), ya otomatis rupiah makin tertekan.

Arus Modal & Market Global

Ga cuma soal politik domestik, faktor global juga bikin tekanan:

  • Kondisi pasar global lagi fluktuatif yang bikin investor cari aset yang aman.
  • Dolar AS sendiri lagi kuat, jadi banyak orang kabur ke USD yang berarti jual rupiah buat beli dolar.
  • Tekanan semacam ini juga bikin rupiah makin loyo.

Secara sederhana kalau banyak yang jual rupiah buat ambil dolar, otomatis nilai rupiah turun.

Biang Lain Permintaan Dolar yang Naik

Ada juga tekanan dari permintaan dolar yang tinggi buat bayar impor, invest luar negeri, atau penanaman modal global. Kalau permintaan dolar naik terus sedangkan suplai rupiah banyak, ya otomatis harga (kurs) dolar naik dibanding rupiah kaya prinsip ekonomi pasar biasa.

Baca juga: Saham DADA Bangkit Investor Cium Aroma Cuan

Purbaya Yudhi Sadewa Santai, Rupiah Bakal Bangkit!

Nah, ini bagian penting dan bikin artikel kamu makin human touch menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, rupiah gak bakal terus nangis di level ini selamanya. Dia bilang kalau fundamental ekonomi Indonesia masih kuat termasuk indikator saham yang justru naik tinggi dan capital inflow yang tetap masuk.

Dia juga bilang soal isu independensi BI itu cuma bagian dari spekulasi pasar, bukan hal yang bakal mengubah kebijakan BI secara langsung. Intinya BI tetap independen, dan pasar bakal sadar itu perlahan-lahan.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Bondowoso Tertinggi Kedua di Jawa Timur

Dampak ke Millennial dan Gen Z

Oke, kita ngomongin yang langsung berasa di keseharian kamu:

Liburan ke luar negeri makin mahal

Kalau kamu udah naksir Bali atau Tokyo tiket round trip, siap-siap desperat karena harga tiket & biaya hidup di luar negeri ikut ngikut nilai tukar dolar.

Harga barang impor di Indonesia bisa naik

Gadget, fashion luar negeri, atau barang kebutuhan impor jadi makin mahal karena butuh lebih banyak rupiah buat bayar dolar.

Gaji & investasi?

Uang gaji yang kamu pegang dalam rupiah bisa tergerus nilainya kalau kamu bandingin dengan investasi yang dikutip dalam dolar kayak aset global, saham luar negeri, dsb. Nah kalau kamu banyak investasi pake aset lokal, tekanan rupiah ini bisa jadi peluang buat jadiin aset asing kamu lebih bernilai.

Baca juga: Pemkot Probolinggo Perkuat Strategi 4K Atasi Inflasi Jelang Nataru

Tapi Ada Side Story Humor di Google

Pernah viral gak sih di media sosial waktu kurs dollar aneh muncul di Google search dan bikin netizen bingung? Ternyata itu cuma error data, bukan benar-benar kurs nyata di pasar. Bahkan sempat muncul angka dolar Rp8.170 yang bikin orang heboh, padahal data aslinya jauh dari itu!

So, pembelajaran buat kamu jangan langsung percaya screenshot kurs random di Google mending cek sumber resmi.

Baca juga: Inflasi November 2025 Tembus 0,17 Persen

Rupiah Melemah karena Kombinasi Faktor

Kalau disimpulin Rupiah melemah mendekati 17.000 bukan hanya karena satu hal, tapi kombinasi banyak faktor:

  • Sentimen pasar dan spekulasi
  • Arus modal global
  • Permintaan dolar tinggi
  • Faktor politik dan ekonomi domestik
  • Tekanan pasar global

Tapi pemerintah & BI tetap yakin fundamental ekonomi Indonesia masih solid dan rupiah bakal stabil lagi suatu hari nanti. (dny)

Tags:

You Might also Like