Super Flu Masuk Indonesia, Ini Tanda-tandanya
Share
SUARAGONG.COM – Kalau belakangan badan gampang tumbang, demam tinggi, pegalnya nggak masuk akal, jangan langsung mikir “ah cuma flu biasa”. Bisa jadi ini super flu yang lagi ramai dibahas dan resmi sudah masuk Indonesia. Yes Gaes, bukan gimmick. Influenza A (H3N2) subclade K—atau yang di medsos dijuluki super flu—sudah dikonfirmasi Kementerian Kesehatan RI sejak 25 Desember 2025.
Super Flu Sudah Masuk Indonesia
Pelaksana Tugas Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr Prima Yosephine, menyebut temuan ini terdeteksi lewat pemeriksaan laboratorium. Singkatnya: virus flu ini bukan pendatang baru, tapi versi upgrade dari H3N2 yang sudah bermutasi. Dan mutasi ini bikin gejalanya bisa lebih galak dibanding flu musiman biasa.
Dari Amerika, Nyasar Sampai Indonesia
Subclade K pertama kali terdeteksi di Amerika Serikat dan langsung bikin grafik kasus naik tajam, terutama saat musim dingin. CDC mencatat, virus ini kini sudah keliling dunia ke lebih dari 80 negara—termasuk Indonesia. Di AS sendiri, kasusnya sempat melonjak dua kali lipat cuma dalam sepekan. Jadi ya, ini bukan flu ecek-ecek.
Menurut spesialis paru dr Erlina Burhan, virus influenza memang hobi banget bermutasi. Mutasi ini disebut antigenic drift, yang bikin sistem imun—bahkan pada orang yang sudah vaksin flu—nggak langsung mengenali virusnya.
Efeknya? Antaranya seperti :
- Gejala bisa lebih berat
- Badan lebih lama tumbang
- Risiko lebih tinggi buat anak-anak dan kelompok rentan
Baca Juga : Dinkes Malang Ingatkan Bahaya TBC, dari Gejala Ringan Sampai Risiko Kematian
Gejalanya Nggak Main-main
Dokter spesialis paru RS Paru Persahabatan, dr Agus Dwi Susanto, bilang super flu ini bisa bikin tubuh benar-benar “knock out”.
Ini gejala yang sering muncul:
- Demam tinggi 39–41°C
- Nyeri otot parah (bukan pegal biasa)
- Lemas ekstrem sampai susah ngapa-ngapain
- Batuk kering
- Sakit kepala
- Tenggorokan terasa berat dan nyeri
Bonus yang bikin waswas: penularannya cepat. Satu orang bisa menularkan ke 2–3 orang lain. Kemenkes mencatat hingga akhir Desember 2025 terdapat 62 kasus di 8 provinsi, dengan sebaran terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas pasien adalah anak-anak dan perempuan. Jadi bukan cuma isu luar negeri.
Jadi, Harus Panik? Nggak. Tapi Waspada, Iya
Kemenkes menegaskan masyarakat tidak perlu panik, tapi tetap harus aware. Langkah paling basic tapi efektif:
- Terapkan PHBS
- Jaga daya tahan tubuh
- Pakai masker kalau lagi nggak fit
- Vaksin influenza tahunan, terutama buat lansia, ibu hamil, dan penderita komorbid
Vaksin flu tetap penting karena bisa mencegah sakit berat, rawat inap, sampai kematian, meski virusnya bermutasi.
Flu boleh kelihatan sepele, tapi kalau yang datang versi super-nya, jangan sok kuat ye. Mending dengarkan tubuh, jaga diri, dan jangan jadi carrier tanpa sadar, bukan mendang-mending. (Aye/sg)

