Type to search

Jember

Aksi Bagi Takjil Desa Kepanjen, 350 Paket Langsung Ludes

Share
aksi bagi takjil desa kepanjen

JEMBER, SUARAGONG.COM – Sore di depan Kantor Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Jember, tiba-tiba jadi ramai pada Kamis (12/3/2026). Warga yang melintas tampak tersenyum, beberapa bahkan sengaja berhenti sebentar. Rupanya ada aksi bagi takjil Desa Kepanjen yang digelar bareng oleh berbagai elemen masyarakat.

Vibe yang Gak Ditemui Di Jalan Raya

Di tengah suasana jalur selatan Jember yang biasanya sibuk dengan kendaraan, kegiatan sederhana ini justru bikin suasana terasa hangat. Warga, relawan, sampai pengendara yang lewat ikut merasakan vibe kebersamaan yang jarang ditemui di jalan raya.

Kegiatan sosial ini diinisiasi oleh tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Desa Kepanjen. Mereka menggandeng Pemerintah Desa (Pemdes) serta komunitas senam lokal bernama “Macan Tutul” untuk turun langsung ke jalan. Bukan simulasi bencana atau kegiatan olahraga, melainkan murni berbagi kebaikan lewat takjil gratis menjelang berbuka.

Baca juga: Dishub Jember Perketat Inspeksi Armada Bus Jelang Mudik Lebaran

Ratusan Paket Ludes di Aksi Bagi Takjil Desa Kepanjen

Total ada sekitar 350 paket takjil yang dibagikan kepada warga sekitar dan para pengendara yang melintas di depan kantor desa. Yang menarik, antusiasme warga ternyata luar biasa. Bahkan sebelum pembagian dimulai, sudah terlihat antrean masyarakat yang menunggu di pinggir jalan.

Beberapa pengendara motor juga ikut menepi untuk mendapatkan takjil. Situasi ini sempat membuat lalu lintas sedikit padat, tapi tetap aman dan terkendali berkat kesiapsiagaan tim relawan.

“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Memang sempat padat karena banyak warga yang antre, tapi tetap kondusif,” ujar Dimas Mahendra, salah satu personel Sibat Kepanjen yang ikut bertugas di lokasi.

Bagi warga sekitar, kegiatan ini bukan sekadar pembagian makanan berbuka. Banyak yang merasa senang karena suasana kebersamaan terasa begitu kuat.

Baca juga: Gus Fawait Spill Jalur Beasiswa Anak Kader Posyandu, Gas Kuliah!

Aksi Bagi Takjil Desa Kepanjen Bawa Pesan Kebersamaan

Ketua Sibat Desa Kepanjen, Haji Muklas, menjelaskan bahwa kegiatan ini punya tujuan yang lebih luas dari sekadar berbagi makanan. Menurutnya, aksi bagi takjil Desa Kepanjen menjadi cara sederhana untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong.

Ia juga menyinggung situasi dunia yang belakangan sering diwarnai konflik. Menurutnya, perdamaian dan kebersamaan sebenarnya bisa dimulai dari lingkungan paling kecil.

“Kalau kita tidak mulai menjaga silaturahmi dari sekarang, dari lingkungan kita sendiri, ya sulit berharap perubahan besar ke depannya,” kata Muklas.

Pesan itu terasa sederhana, tapi cukup dalam. Bahwa solidaritas masyarakat bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti berbagi takjil di pinggir jalan.

Baca juga: Spill dari Pendopo Jember: THR Lebaran PPPK Paruh Waktu Siap Cair

Aksi Bagi Takjil Desa Kepanjen Dapat Apresiasi PMI

Kegiatan sosial ini juga mendapat apresiasi dari Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Sibat Kepanjen adalah contoh bagus bagaimana organisasi relawan bisa berperan lebih luas di tengah masyarakat.

Ia menilai kolaborasi antara relawan, pemerintah desa, dan komunitas lokal seperti grup senam Macan Tutul menunjukkan soliditas masyarakat yang kuat.

“Ini bukti kalau masyarakat bisa bergerak bersama. Sibat tidak hanya hadir saat bencana, tapi juga bisa menjadi penggerak kegiatan sosial yang positif,” ujarnya.

Bagi PMI Jember, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga hubungan sosial antarwarga sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian.

Baca juga: Siap Mudik Lebaran 2026 10 Ruas Jalan di Jember Diperbaiki

Menjelang azan Magrib, kegiatan pun selesai. Paket takjil sudah habis dibagikan, warga perlahan kembali ke aktivitas masing-masing. Namun bagi para pengendara yang sempat melintas sore itu, mungkin ada satu hal yang tertinggal di ingatan bahwa di tengah hiruk pikuk jalanan Jember, masih ada kehangatan gotong royong yang hidup di Desa Kepanjen. (rio/dny)

Tags:

You Might also Like