Resmi Bergeser! Titik 0 KM Kota Probolinggo Pindah ke Gladak Serang
Share
SUARAGONG.COM – Ada yang baru dari wajah Kota Probolinggo. Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo resmi menggeser titik 0 Kilometer (KM) dari Jalan Panglima Sudirman ke Bundaran Gladak Serang.
Titik 0 KM Kota Probolinggo Pindah ke Gladak Serang
Perubahan ini bukan sekadar pindah lokasi biasa. Lebih dari itu, langkah ini jadi penanda kalau arah pembangunan kota mulai bergeser ke wilayah tengah dan selatan.
Sebelumnya, titik 0 KM berada di jalur pantura, sekitar 500 meter di sisi barat Kantor Wali Kota. Bahkan, sudah ada tugu penanda yang selama ini jadi acuan jarak di Kota Probolinggo.
Pindahnya Berdasarkan Aturan, Bukan Asal Geser
Pemindahan titik nol kilometer ini mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Rey Suwigtyo, menegaskan bahwa keputusan ini sudah sesuai dengan arah pengembangan kota.
“Jadi sesuai dengan perda tersebut, maka titik 0 KM sudah berpindah ke Bundaran Gladak Serang. Ini juga menjadi tanda perpindahan pusat pemerintahan,” jelasnya.
Artinya, ini bukan sekadar simbol, tapi bagian dari transformasi tata kota yang lebih besar.
Gladak Serang Jadi Pusat Baru Kota
Bundaran Gladak Serang diproyeksikan menjadi pusat baru aktivitas Kota Probolinggo. Seiring dengan itu, geliat pembangunan juga mulai difokuskan ke wilayah tengah dan selatan.
Ke depan, aktivitas ekonomi yang sebelumnya menumpuk di wilayah utara—khususnya jalur pantura—akan mulai tersebar lebih merata.
Langkah ini diharapkan bisa mengurangi ketimpangan pembangunan sekaligus membuka potensi baru di kawasan yang selama ini belum maksimal berkembang.
Dampaknya Besar, Dari Ekonomi Sampai Investasi
Perpindahan titik 0 KM ini bukan cuma soal peta atau koordinat. Dampaknya bisa terasa langsung ke berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, ekonomi, hingga investasi.
Dengan status baru sebagai titik nol kilometer, kawasan Gladak Serang bakal punya nilai strategis lebih tinggi. Ini tentu jadi sinyal positif bagi pelaku usaha dan investor.
Wilayah tengah dan selatan pun diprediksi bakal jadi “primadona baru” untuk pengembangan bisnis ke depan.
Penanda Baru Segera Dibangun
Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Probolinggo juga akan menyiapkan penanda fisik baru di lokasi titik 0 KM yang baru.
Pembangunan ini akan dilakukan oleh Dinas PUPR PKP setelah peraturan wali kota (perwali) resmi terbit.
Penanda tersebut nantinya bukan hanya jadi simbol, tapi juga identitas baru Kota Probolinggo yang lebih modern dan representatif.
Dorong Pemerataan Pembangunan Kota
Kebijakan ini juga punya tujuan besar: pemerataan pembangunan.
Selama ini, wilayah utara memang lebih dulu berkembang. Nah, dengan perpindahan titik 0 KM, pemerintah ingin mendorong agar wilayah tengah dan selatan juga ikut tumbuh.
“Dengan kebijakan ini, diharapkan pembangunan di Kota Probolinggo lebih merata, tidak hanya di utara, tapi juga di wilayah tengah dan selatan,” tambah Rey.
Simbol Transformasi Kota Probolinggo
Perpindahan titik 0 KM bisa dibilang jadi simbol perubahan besar bagi Kota Probolinggo.
Bukan hanya soal penanda geografis, tapi juga gambaran arah baru pembangunan kota yang lebih terencana, merata, dan berkelanjutan.
Ke depan, Kota Probolinggo diharapkan bisa tumbuh lebih dinamis, sekaligus memberikan lebih banyak peluang bagi masyarakatnya. (dUH/Aye/sg)

