Tragedi Galian C Magetan, Agus Cahyono Soroti Perizinan
Share
SUARAGONG.COM – Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Agus Cahyono, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah longsor di tambang galian C Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, yang menelan korban jiwa.
Longsor Tambang Galian C di Magetan Renggut Korban Jiwa, Agus Cahyono Desak Evaluasi Perizinan
Agus, anggota Fraksi PKS DPRD Jatim dari Dapil IX (Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Magetan, Ngawi), menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi pelajaran serius agar tidak terulang di daerah lain. Ia mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perizinan tambang di Jawa Timur.
“Pertama, dari sisi perizinan tambang perlu dikaji ulang. Apakah seluruh tambang yang beroperasi benar-benar legal? Apakah ada izin yang sudah kedaluwarsa tapi masih beroperasi? Atau bahkan aktivitas tambang yang melebar keluar dari area yang diizinkan? Semua ini harus dievaluasi secara mendalam,” tegas Agus, Jumat (12/9).
Baca Juga : Prabowo Peringatkan Beking Tambang Ilegal
Soroti Lemahnya Perlindungan Pekerja di Tambang
Selain aspek legalitas, Agus juga menyoroti lemahnya perlindungan bagi pekerja tambang. Menurutnya, pengusaha memiliki kewajiban memberikan jaminan keselamatan, termasuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
“Pengusaha seharusnya memastikan pekerjanya memiliki perlindungan. Lebih dari itu, harus ada tenaga ahli di lapangan yang paham teknis penambangan. Para pekerja kasar tentu tidak semuanya memahami soal titik galian, kemiringan lereng, dan faktor teknis lainnya. Tenaga ahli inilah yang bisa memberi arahan agar penambangan tetap aman,” jelasnya.
Legislator PKS ini menegaskan, keberadaan tenaga teknis di lapangan mutlak diperlukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Tanpa standar keselamatan yang ketat, musibah serupa berpotensi terus berulang.
“Ini soal tanggung jawab. Jangan hanya berpikir keuntungan, tapi keselamatan para pekerja harus jadi prioritas. Kami berharap kejadian di Magetan ini menjadi momentum memperketat pengawasan, agar tidak ada lagi nyawa yang melayang di tambang-tambang kita,” pungkas Agus. (Wahyu/sg)

