Type to search

News Peristiwa

Trump Ancam Rebut Greenland Secara Paksa

Share
Isu soal Greenland: Presiden Donald Trump kembali menegaskan ambisinya untuk “mengambil alih” pulau besar di Arktik itu

SUARAGONG.COM –  Isu soal Greenland mendadak jadi salah satu topik panas di kancah internasional. Presiden Donald Trump kembali menegaskan ambisinya untuk “mengambil alih” pulau besar di Arktik itu. Bahkan tak menutup kemungkinan menggunakan cara paksa bila negosiasi diplomatik gagal.

Drama Geopolitik: Trump Ancam Rebut Greenland Secara Paksa

Trump menegaskan bahwa ia lebih memilih menutup perjanjian “halus”, tapi ia siap berjalan lebih jauh jika perlu. Pernyataan ini keluar saat Trump berbicara dengan wartawan di Gedung Putih. Dan setelahnya langsung memicu gelombang kritik serta keprihatinan global.

Menurut Gedung Putih, mereka melihat Greenland sebagai kepentingan keamanan nasional AS, terutama dalam menghadapi kekhawatiran atas ekspansi Rusia dan China di wilayah Arktik.

Namun opsi penggunaan militer tak hanya sekadar wacana kosong: pejabat White House sendiri mengatakan bahwa semua opsi. Termasuk penggunaan kekuatan, masih “dibicarakan” sebagai kemungkinan.

Baca Juga : Gaes !!! Kontroversi Terpilihnya Nicolas Maduro Venezuela

Reaksi Sekutu dan NATO

Reaksi atas pernyataan Trump ini sangat keras, terutama dari Denmark, yang memiliki kedaulatan atas Greenland sebagai wilayah otonomnya. Perdana Menteri Denmark memperingatkan bahwa tindakan militer semacam itu bisa menghancurkan kepercayaan dalam NATO yang sudah berdiri sejak Perang Dunia II.

Tak hanya itu, negara-negara Eropa lain juga ikut memperingatkan bahwa perolehan wilayah dengan paksa jelas melanggar hukum internasional, dan mereka menegaskan dukungan kuat bagi kedaulatan Greenland.

Antara Beli atau Rebut

Sementara Trump sendiri sempat menyinggung gagasan menawarkan kompensasi atau bahkan pembelian yang sah untuk Greenland, pejabat tinggi seperti Marco Rubio menyatakan niatnya tetap membeli, bukan menyerbu secara militer.

Namun kantor pers Gedung Putih mengulang bahwa opsi militer tidak dihapuskan dan tetap menjadi bagian dari diskusi kebijakan luar negeri AS terhadap wilayah itu.

Greenland & Penduduknya

Pemimpin Greenland sudah secara tegas menolak ide tersebut — “Greenland bukan untuk dijual!” — dan menekankan pentingnya menghormati hukum internasional dan hak rakyatnya untuk menentukan masa depan sendiri.

Isu Greenland bukan cuma soal wilayah beku yang dipenuhi es dan aurora. Ini soal strategi global, kepentingan sumber daya, dan politik luar negeri. Di mana memiliki pengaruh besar dalam mengubah relasi antara negara-negara besar dan sekutu tradisionalnya.

Drama ini baru awal 2026, tapi sudah bikin peta geopolitik dunia makin panas. Seperti paduan serial thriller politik dan realitas dunia nyata yang sulit dipercaya. (Aye/sg)

Tags:

You Might also Like