Ini Alasan Untuk Apa Trump Incar Greenland
Share
SUARAGONG.COM – Kalau kamu sempat scroll berita internasional belakangan ini, pasti pernah lihat tulisan tentang “Trump incar Greenland” banget kan? Konflik ini lagi hot di dunia politik global karena hubungan super tegang antara Amerika Serikat, Eropa, dan terutama Denmark serta Greenland sebagai wilayah otonomnya. Tapi apa sih sebenernya yang bikin Trump ngotot banget soal Greenland, untuk apa? Kita bahas versi santai Gen Z tapi tetap paham ya!
Apaan Sih Greenland Itu?
Oke, sebelum masuk kenapa Trump pengin banget Greenland, kita jelasin dulu Greenland itu pulau terbesar di dunia, penuh es, letaknya di Arktik, dan punya posisi super strategis antara Eropa dan Amerika Utara. Meski masih bagian dari Kingdom of Denmark, Greenland punya pemerintahan otonom sendiri. Uniknya lagi, penduduknya mayoritas punya aspirasi independen dan nggak pengin jadi bagian dari negara lain, termasuk Amerika Serikat! Menurut survei tahun 2025, sebagian besar orang Greenland lebih milih tetap sama Denmark dibanding AS.
Baca juga: Akuisisi Netflix–Warner Bros Terganjal, Trump Wanti-Wanti
Kenapa Trump Incar Greenland? Strategi atau Ego?
Jadi gini Presiden AS, Donald Trump, mulai membicarakan soal Greenland waktu dia lagi kampanye dan makin intens setelah dia kembali menjabat. Dia bilang dia membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional Amerika. Tapi sebenernya ada beberapa alasan utama di balik itu:
1. Lokasi Strategis Buat Keamanan
Letaknya yang super utara bikin Greenland jadi lokasi penting buat pertahanan militer dan pemantauan wilayah Arktik. AS udah punya pangkalan militer di sana (Pituffik Space Base) yang dipakai buat radar rudal dan pengawasan ruang angkasa. Trump bilang kalau kontrol penuh atas Greenland bisa bantu AS nangkal pengaruh negara lain seperti Rusia dan China di wilayah Arktik.
2. Sumber Daya Alam yang Wow
Greenland punya potensi kaya mineral rare earth yang penting banget buat teknologi modern, kayak baterai dan alat elektronik. Ini bikin wilayah ini jadi incaran negara-negara besar karena bisa bantu kurangi ketergantungan sumber dari China.
3. Legacy Politik dan Citra Global
Selain alasan strategis dan ekonomi, banyak analis bilang Trump pengin nambah prestasi besar yang bisa dikenang. Ide punya bagian baru negara kan terdengar epic banget ya? Tapi di sisi lain, ide ini juga banyak dibilang nggak logis karena hubungan internasional nggak bisa diperlakukan kayak jual beli real estate.
Baca juga: Makin Panas, Trump Patok Tarif Tambahan 100% ke China
Eropa dan Nato Bilang Bukan Mainan
Kalau Trump bilang he wants Greenland, negara-negara Eropa langsung bereaksi keras banget. Kok bisa? Nih poin-poinnya:
Greenland Itu Bukan Barang yang Dijual Belaka
Denmark sebagai negara yang sah punya wilayah itu bareng Greenland bilang tegas Greenland itu milik rakyatnya sendiri, bukan buat dijual atau dicaplok negara lain. Bahkan negara-negara NATO kaya Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris ikut ngeluarin pernyataan bareng bahwa Greenland milik rakyatnya dan harus dihormati kedaulatannya.
Ini Bisa Bikin NATO Pecah
Kalau sebuah anggota NATO nyerang anggota NATO lain kayak mengambil alih wilayah Denmark itu artinya melanggar prinsip dasar aliansi itu sendiri. PM Denmark sampai bilang kalau AS nyerang Greenland, itu bisa mengakhiri NATO karena konflik internalnya bakal terlalu berat.
Eropa Mau Jaga Arktik Barengan
Para pemimpin Eropa juga bilang bahwa keamanan di Arktik itu penting dan harus dijaga bersama, bukan lewat cara agresif kayak ngambil alih negara lain. Mereka tetap anggap AS sekutu penting, tapi tetap harus menghormati aturan internasional. Pokoknya, semua negara besar di NATO yang lain itu kompak bilang, “Greenland itu untuk rakyat Greenland titik!”
Baca juga: Polisi Tangkap Penembak Charlie Kirk, Aktivis Sekutu Donald Trump
Reaksi Rakyat Greenland Sendiri?
Yang paling penting nih warga Greenland sendiri nggak terlalu tertarik jadi bagian dari Amerika Serikat. Mereka lagi banyak ngomong soal kemerdekaan penuh, bukan diarak jadi wilayah AS. Bahkan pemimpin Greenland udah bilang kalau masa depan mereka harus diputuskan oleh mereka sendiri, bukan negara lain.
Baca juga: Trump Ganti Nama Departemen Pertahanan Jadi Departemen Perang
Trump incar Greenland untuk apa? Kesimpulan Santuy
Kalau diringkas, cerita Trump incar Greenland untuk apa itu bukan sekadar drama politik biasa. Di balik itu ada:
- Faktor keamanan nasional AS
- Potensi sumber daya dan citra politik Trump
- Reaksi kuat dari Denmark, Eropa dan NATO
- Aspirasi rakyat Greenland sendiri
Intinya, ini bukan sekadar soal kepemilikan wilayah tetapi juga tentang gimana negara-negara di dunia harus menghormati prinsip kedaulatan, kerja sama, dan hukum internasional di tengah persaingan kekuatan global. (dny)

