Viral Aksi Buka Paksa Portal Bendungan Lahor Malang-Blitar
Share
SUARAGONG.COM – Lagi-lagi ada kejadian yang bikin netizen geleng-geleng kepala. Akses jalan tembus Malang-Blitar di kawasan Bendungan Lahor, Sumberpucung, baru aja dilanda drama “buka paksa”. Nggak cuma sekadar dibuka, aksi ini berujung pada perusakan fasilitas portal yang bikin pihak pengelola, Perum Jasa Tirta I, akhirnya ambil langkah tegas lewat jalur hukum.
Drama Portal Lahor: Aksi Buka Paksa Berujung Laporan Polisi, 10 Saksi Diperiksa!
Kronologi yang Bikin Geleng Kepala Kejadiannya pecah pada Senin (30/3) lalu. Suasana di gerbang masuk yang biasanya tertib mendadak jadi tegang. Sejumlah oknum dilaporkan melakukan aksi anarkis dengan merusak fasilitas boom gate atau palang pintu otomatis. Nggak berhenti di situ, rantai-rantai pen

Kondisi Terkini Bendungan Lahor, Kondisi Kondusif dan masih gratis/27 April 2026/Pukul 10.00 WIB (aye/sg)
gaman dilepas paksa dan cone jalan dipindahkan sembarangan.
Bayu Sakti, perwakilan dari Perum Jasa Tirta I, nge-spill kalau tim operator PT Xfresh Citra Perkasa di lapangan milih buat nggak main fisik. Mereka lebih milih ngalah demi keamanan dan fokus ngamanin peralatan elektronik yang mahal-mahal. Tapi ya itu, fasilitas fisik portalnya tetap jadi korban.
Portal Itu Harus?
Emang Kenapa Sih Harus Ada Portal? Mungkin banyak yang mikir, “Duh, lewat bendungan aja pake bayar segala, kan receh cuma seribu-tiga ribu!”. Tapi listen up, ini poin pentingnya: Bendungan Lahor itu bukan jembatan biasa, guys. Secara struktur, bangunan ini punya batas maksimal beban.
“Bendungan ini bukan jembatan, jadi kendaraan yang lewat tidak boleh lebih dari 2 ton. Kalau melebihi, bisa berdampak pada struktur bangunan,” tegas Bayu. Bayangin kalau portal itu nggak ada, terus truk-truk obesitas lewat situ seenaknya, risiko bendungannya jebol bakal makin tinggi. Jadi, portal itu sebenarnya protector buat kita semua!
Update Kondisi Terkini April
Kondisi di Lokasi Saat Ini (7 April 2026) Dampak dari aksi “bar-bar” ini, akses masuk dari arah Malang sempat nggak beroperasi normal. Alhasil, kendaraan roda dua maupun roda empat bisa melintas secara gratis.
Meskipun bagi warga ini good news karena bisa hemat, tapi bagi pengelola ini adalah kerugian dan ancaman bagi keamanan struktur bendungan. Sekarang, lokasi lagi dijaga ketat biar nggak ada kendaraan tonase gede yang nekat nerobos.
Jadi menurut kalian, aksi buka paksa ini heroic atau malah red flag karena ngerusak aset publik? (Aye/sg)

