Safari Ramadan Wali Kota Batu Ajak Jaga Kota dan Masa Depan Anak
Share
BATU, SUARAGONG.COM – Rabu (25/2/2026) sore itu, suasana di Masjid Baitul Jannah, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, terasa hangat. Dalam agenda Wali Kota Batu Safari Ramadan Torongrejo, Wali Kota Batu Nurochman datang bareng Wakil Wali Kota Heli Suyanto untuk silaturahmi sekaligus ngobrol langsung dengan warga. Bukan cuma sekadar datang dan kasih sambutan formal, momen ini jadi ruang diskusi santai tapi penuh makna antara Pemkot Batu dan masyarakat.
Safari Ramadan Jadi Ajang Ngobrol Soal Lingkungan
Dalam kegiatan Wali Kota Batu Safari Ramadan Torongrejo, salah satu isu yang cukup ditekankan adalah soal kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
Nurochman ngajak warga buat mulai dari hal simpel: jaga kebersihan sekitar rumah masing-masing. Menurutnya, urusan sampah bukan cuma tanggung jawab pemerintah, tapi juga soal kesadaran bareng-bareng.
“Kalau lingkungan bersih, hidup juga jadi lebih nyaman. Ini tanggung jawab kita semua,” kurang lebih begitu pesannya.
Apalagi Kota Batu dikenal sebagai kota wisata. Kebersihan dan tata kelola lingkungan yang rapi jadi wajah utama daerah.
Baca juga: Jelang Ramadan, Wawali Batu Salurkan Sembako Gratis di Yayasan Anugerah Kasih
Kerukunan Itu Pondasi Kota Batu
Selain bahas lingkungan, Wali Kota Batu Safari Ramadan Torongrejo juga jadi momen penguatan nilai moderasi beragama dan kerukunan sosial.
Menurut Nurochman, warga Torongrejo adalah bagian dari keluarga besar Kota Batu. Jadi penting banget buat terus jaga harmoni, solidaritas, dan rasa saling menghargai antarwarga maupun antarumat beragama.
“Kerukunan itu fondasi pembangunan. Apalagi di bulan Ramadan, semangat kebersamaan harus makin kuat,” ujarnya.
Ramadan memang selalu jadi momen refleksi. Bukan cuma soal ibadah personal, tapi juga soal memperbaiki hubungan sosial.
Baca juga: Setelah 7 Tahun Penantian, Seni Sanduk Kota Batu Akhirnya Diakui Negara
Perlindungan Anak Jadi Sorotan Serius
Yang menarik, dalam Wali Kota Batu Safari Ramadan Torongrejo, perhatian khusus juga diberikan pada isu perlindungan anak dan masa depan generasi muda.
Nurochman menyinggung soal tantangan di dunia pendidikan, mulai dari sekolah, tempat mengaji, sampai pondok pesantren. Termasuk ancaman perundungan (bullying) dan pelecehan seksual yang makin kompleks karena perkembangan teknologi dan media sosial.
Topik ini terasa relevan banget. Di era digital sekarang, anak-anak gampang banget terpapar hal-hal yang nggak sesuai usia mereka. Karena itu, ia mengajak orang tua buat nggak cuma jadi “pengawas”, tapi juga jadi teman ngobrol buat anak-anaknya.
“Bangun komunikasi yang hangat dan terbuka. Anak harus merasa aman cerita ke orang tuanya,” pesannya.
Menurutnya, keluarga adalah benteng pertama. Kalau komunikasi di rumah kuat, anak-anak akan lebih terlindungi dari pengaruh negatif.
Baca juga: Truk Rem Blong Sebabkan Kecelakaan Beruntun di Pattimura Batu
Pemerintah Hadir Bukan Sekadar Seremonial
Safari Ramadan ini bukan cuma agenda tahunan. Lewat Wali Kota Batu Safari Ramadan Torongrejo, Pemkot Batu ingin benar-benar hadir di tengah masyarakat.
Selain menyerap aspirasi, kegiatan ini juga memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Wali Kota hadir bersama Ketua TP PKK Kota Batu Siti Faujiyah Nurochman, Wakil Wali Kota Heli Suyanto, Ketua Perwosi Kota Batu Ridha Agusta Heli Suyanto, jajaran Forkopimda, Forkopimcam Junrejo, perangkat Desa Torongrejo, hingga ratusan jamaah. Suasananya terasa cair gak kaku dan gak berjarak.
Ramadan memang selalu punya cara untuk mendekatkan. Dan lewat kegiatan seperti ini, pemerintah mencoba memastikan bahwa pembangunan bukan cuma soal infrastruktur, tapi juga soal hati, keluarga, dan masa depan generasi muda. (mf/dny)

