Type to search

Pemerintahan Probolinggo

Wali Kota Probolinggo Perkuat LKK Menuju Indonesia Emas 2045

Share
Pemerintah Kota Probolinggo terus tancap gas memperkuat peran Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) untuk Menuju Indonesia Emas 2045

SUARAGONG.COM – Pemerintah Kota Probolinggo terus tancap gas memperkuat peran Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) sebagai motor pembangunan dari level paling dasar: keluarga. Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, saat membuka Pelatihan dan Pembinaan LKK di Kelurahan Curah Grinting, Kecamatan Kanigaran, Kamis (2/4/2026).

Wali Kota Probolinggo Perkuat LKK, Dorong Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045

Mengusung tema “Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Melalui Program Keluarga Berkualitas”, kegiatan ini jadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Tujuannya jelas, memperkuat sinergi agar pembangunan tidak hanya top-down, tapi juga tumbuh dari bawah—dari keluarga.

Dalam sambutannya, Aminuddin menegaskan bahwa LKK bukan sekadar pelengkap struktur, melainkan ujung tombak di lapangan. LKK dinilai punya peran penting dalam menggerakkan partisipasi warga sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.

“LKK ini yang paling dekat dengan masyarakat. Mereka tahu kebutuhan riil di lapangan,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan sejatinya dimulai dari keluarga. Dari keluarga yang berkualitas, akan lahir generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak. Inilah pondasi utama menuju masyarakat yang mandiri dan sejahtera, sekaligus bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045.

Kualitas SDA Jadikan Keluarga Hebat

Tak hanya soal fisik pembangunan, Aminuddin juga menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia. Ia menyebut nilai keluarga harmonis seperti sakinah, mawaddah, warahmah harus terus diperkuat dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, Pemkot Probolinggo juga fokus pada penguatan kapasitas LKK, mulai dari perencanaan program berbasis kebutuhan warga hingga penguatan data keluarga. Data yang akurat dinilai penting agar setiap program tepat sasaran dan berdampak nyata.

Perhatian juga diberikan pada sektor kesehatan dan pendidikan. Optimalisasi posyandu dan dasa wisma terus didorong, terutama untuk menjaga kesehatan ibu dan anak. Sementara di bidang pendidikan, pemerintah berupaya menekan angka putus sekolah lewat program beasiswa dan subsidi.

“Jangan sampai ada anak putus sekolah. Kita sudah siapkan bantuan agar minimal bisa lulus SMA,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diajak aktif dalam program Probolinggo Kota Bersolek, yang fokus pada kebersihan lingkungan hingga pemanfaatan pekarangan untuk kegiatan produktif.

Menutup kegiatan, Aminuddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak berhenti di wacana, tetapi bergerak nyata.

“Pembangunan itu kuncinya kebersamaan. LKK harus jadi penggerak gotong royong,” pungkasnya.

Kembali Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Sementara itu, Ketua Pokmas Janur Kuning, Rikuh Legowo, menyebut kegiatan ini diikuti 125 pengurus LKK dari berbagai unsur. Mulai RT, RW, hingga kelompok masyarakat lainnya. Ia berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kapasitas kelembagaan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah dan warga, penguatan LKK diharapkan jadi fondasi kuat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. (Duh/Aye/sg)

Tags:

You Might also Like