SUARAGONG.COM – Dunia lagi dibikin heboh sama statmen terbaru Presiden AS, Donald Trump. Di tengah tensi global yang lagi panas-panasnya. Trump dengan percaya diri bilang kalau perang sama Iran itu sudah “very close to over” alias tinggal menghitung hari buat berakhir!
Trump Klaim Perang Iran Kelar Minggu Depan: War is Over or Season 2?
Dalam wawancaranya bareng Fox Business (15/4/2026), Trump nggak ngerem omongannya. Dia ngeklaim kalau kondisi Iran saat ini sudah babak belur gara-gara konflik sama AS. Menurut hitung-hitungannya, Teheran butuh waktu sekitar 20 tahun cuma buat ngebangun kembali negaranya kalau dia mutusin buat cabut sekarang.
“Kita belum selesai. Kita lihat apa yang terjadi. Saya pikir mereka (Iran) sangat ingin mencapai kesepakatan,” ujar Trump dengan gaya khasnya.
Negosiasi di Islamabad: Babak Penentuan?
Dilansir juga dari CNBC Internasional. Meskipun pembicaraan di Islamabad, Pakistan pekan lalu sempat gagal, Trump tetap optimis. Dia bahkan kasih bocoran kalau negosiasi putaran kedua bisa aja kejadian dalam dua hari ke depan. Hal ini krusial banget, Sob, soalnya gencatan senjata jangka pendek antara AS dan Iran bakal berakhir minggu depan! Kalau nggak ada kesepakatan baru, ya siap-siap aja “Season 2” dimulai.
Blokade Pelabuhan & Drama Selat Hormuz
Kondisi di lapangan sebenarnya masih tegang banget:
- Blokade Militer: Sejak Senin kemarin, militer AS sudah mulai blokade pelabuhan-pelabuhan di Iran. Tujuannya? Biar Iran nggak bisa nutup Selat Hormuz lagi dan mau nggak mau harus tanda tangan kesepakatan.
- Sekutu Terbelah: Tapi, langkah blokade ini nggak didukung semua orang. Beberapa negara sekutu AS justru nolak ikutan karena risikonya terlalu gede buat ekonomi dunia.
Baca Juga : Plastik Mencekik, Harga Air Mineral Terancam Naik!
Flashback Singkat: Kenapa Bisa Perang?
Buat yang lupa, konflik ini meledak sejak 28 Februari kemarin pas AS-Israel barengan nyerang lokasi penting di Iran. Teheran nggak tinggal diam dan balas nyerang lokasi AS di Timur Tengah plus nutup Selat Hormuz—jalur “napas” minyak dunia yang bikin harga bensin kita sempat naik-turun. (Aye/sg)
