Yordan Batara Goa Sebut Adi Sutarwijono Sosok Pekerja Keras
Share
SUARAGONG.COM – Berita wafatnya Ketua DPRD Kota Surabaya, Dominikus Adi Sutarwijono, secara mendadak pada Selasa (10/2/2026) mengejutkan banyak pihak. Sosok yang dikenal ramah dan dekat dengan masyarakat itu disebut tetap bekerja hingga larut malam tanpa pernah mengeluh sakit.
Yordan Batara Goa Sebut Adi Sutarwijono Sosok Pekerja Keras, Bersahaja, dan Dekat dengan Rakyat
Suasana duka terasa saat prosesi pemakaman di TPU Keputih Surabaya, Kamis (12/2/2026), yang dihadiri kader PDI Perjuangan, masyarakat, serta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beserta jajaran OPD Pemkot Surabaya.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Yordan Batara Goa, yang turut memberikan penghormatan terakhir, menilai almarhum—yang akrab disapa Cak Awi—sebagai figur bersahaja dan sangat dekat dengan rakyat.
“Beliau ini orang yang bersahaja, dekat dengan rakyat, tidak pernah menolak jika ada masyarakat datang dan selalu berusaha memberi solusi. Menurut saya ini sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.
Rajin Turun ke Lapangan dan Dengarkan Aspirasi
Menurut Yordan, semasa menjabat Ketua DPC PDI-P Surabaya maupun Ketua DPRD, Cak Awi dikenal aktif turun ke berbagai pelosok kota untuk menyerap aspirasi warga.
Ia menuturkan, almarhum berusaha memahami langsung persoalan masyarakat dan mencari jalan keluar atas berbagai keluhan yang disampaikan.
“Beliau rajin datang ke pelosok-pelosok Surabaya untuk mendengar aspirasi masyarakat dan berusaha mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi,” katanya.
Tetap Bekerja Meski Kondisi Kesehatan Menurun
Yordan juga mengungkapkan bahwa almarhum sebenarnya telah mengalami gangguan kesehatan sejak November 2025. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi dedikasinya dalam menjalankan tugas.
“Beliau tetap memimpin rapat-rapat di DPRD dan menerima tamu sampai tengah malam, bahkan hingga pukul dua dini hari,” ungkapnya.
Menurutnya, ketekunan dan etos kerja tinggi Cak Awi menjadikannya sosok kader senior yang patut diteladani.
Selalu Terbuka untuk Masyarakat
Ia juga mengaku kagum karena almarhum selalu meluangkan waktu menemui warga secara langsung, bahkan jika tidak mengenal mereka sebelumnya.
“Saya melihat sendiri di rumah dinasnya, banyak orang antre untuk bertemu menyampaikan masalah. Sebagai Ketua DPRD, beliau menemui sendiri tamu-tamunya dan berusaha memberi solusi,” ujarnya.
Kedekatan tersebut, lanjut Yordan, membuat almarhum sangat dicintai masyarakat Surabaya.
Besarnya penghormatan masyarakat terlihat saat prosesi pemakaman. Sekitar enam ratus warga disebut turut hadir untuk mengantar dan mendoakan almarhum.
“Karena kebaikan dan pengabdiannya kepada masyarakat, ratusan orang rela menunggu untuk memberikan penghormatan terakhir,” kata Yordan.
Ia berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga Cak Awi mendapatkan tempat terbaik dan terindah di sisi-Nya,” pungkasnya. (Aye/sg)

