5 Efek Samping Konsumsi Berlebihan Ubi Jalar
Share

SUARAGONG.COM – Ubi jalar sering dijadikan alternatif makanan pokok karena kaya akan karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral. Namun, meskipun menyehatkan, konsumsi ubi jalar secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping bagi tubuh. Berikut adalah beberapa dampak negatif yang bisa terjadi jika mengonsumsi ubi jalar terlalu banyak:
1. Meningkatkan Risiko Batu Ginjal
Ubi jalar mengandung oksalat, senyawa yang dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal. Konsumsi berlebihan dapat memperburuk kondisi bagi mereka yang sudah memiliki batu ginjal. Ahli gizi Seema Khanna menyarankan agar penderita batu ginjal membatasi konsumsi ubi jalar tidak lebih dari 50 gram per hari.
2. Menyebabkan Ketidaknyamanan Perut
Kandungan manitol, sejenis gula alkohol dalam ubi jalar, dapat memicu gangguan pencernaan seperti diare, kembung, dan sakit perut, terutama bagi mereka yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap zat ini.
3. Berisiko Menyebabkan Lonjakan Gula Darah
Meskipun memiliki indeks glikemik sedang, konsumsi ubi jalar dalam jumlah besar tetap dapat meningkatkan kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes. Oleh karena itu, konsumsi dalam jumlah wajar sangat disarankan.
4. Dapat Mengganggu Kesehatan Hati
Ubi jalar kaya akan kalium, yang bermanfaat bagi jantung dan tekanan darah. Namun, asupan kalium berlebih dapat menyebabkan hiperkalemia, suatu kondisi yang dapat memicu keracunan kalium dan gangguan fungsi hati.
Baca Juga : Manfaat Kurma bagi Kesehatan: Makanan Super dengan Beragam Kebaikan
5. Risiko Keracunan Vitamin A
Ubi jalar memiliki kandungan vitamin A yang tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, dapat menyebabkan hipervitaminosis A, yang ditandai dengan sakit kepala, ruam, bibir pecah-pecah, kulit kering, hingga rambut rontok.
Meskipun ubi jalar adalah makanan sehat, konsumsinya harus tetap dalam batas wajar. Asupan vitamin A harian yang direkomendasikan adalah 700 mikrogram untuk wanita dan 900 mikrogram untuk pria. Jika memiliki riwayat batu ginjal, diabetes, atau masalah hati, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya dalam jumlah besar. (Aye)
Baca Juga Artikel Berita Lain Dari Suaragong di Google News