Malang

Korban Jiwa Karhutla Bromo Bertambah Jadi Enam Orang

Jumlah korban meninggal dunia dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo kembali bertambah
Ft : Jumlah korban meninggal dunia dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo kembali bertambah (Ist)

Malang, Suaragong.com – Jumlah korban meninggal dunia dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo kembali bertambah. Korban terbaru tercatat bernama Suraji, seorang sekuriti penginapan Artotel, yang meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis.

Korban Jiwa Karhutla Kawasan Gunung Bromo Bertambah Jadi Enam Orang

Kebakaran yang melanda kawasan Mentigen, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo tersebut diketahui banyak menelan korban jiwa. Dari kalangan petugas serta relawan yang berjibaku melakukan pemadaman.

Sebelum Suraji, lima orang petugas dan relawan telah lebih dahulu gugur dalam tugas. Mereka adalah Sukaris (55), operator layanan operasional Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS); Wisnu Yuda (25) dan Sefriel (19) selaku sekuriti penginapan Artotel; Hendra Rony, petugas BB TNBTS sekaligus anggota Manggala Agni Pemula; serta Munawi, sukarelawan dari Masyarakat Mitra Polhut (MMP).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Kristomei Sianturi, menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam atas gugurnya para petugas serta relawan tersebut.

“Kita berduka cita atas kejadian ini dan turut simpati. Turut berduka cita mendalam atas meninggalnya saudara kita yang sedang melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan.” Ujar Kristomei, Minggu (25/10/2026).

Baca Juga : BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Karhutla Gunung Bromo

BNPB Bakal Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Menyikapi insiden tersebut, BNPB menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses penanganan karhutla dengan mempelajari laporan dari wilayah terkait. Evaluasi ini penting guna mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Kita nanti akan lihat kenapa bisa terjadi seperti itu lagi. Jangan sampai hal-hal itu terjadi lagi di kemudian hari. Kita evaluasi keadaan itu,” tegasnya.

Kristomei menambahkan, hasil evaluasi tersebut nantinya akan dijadikan bahan pembelajaran penting bagi seluruh personel di lapangan. Guna meningkatkan standar prosedur operasional serta kewaspadaan dalam penanganan karhutla berikutnya. (Fir/aye)

Mungkin Anda Suka