Trenggalek

Antisipasi Banjir, Pemkab Trenggalek Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan

Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi sedimentasi Sungai Ngasinan untuk mengantisipasi banjir. ASN juga dilibatkan menjaga drainase
FT : Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi sedimentasi Sungai Ngasinan untuk mengantisipasi banjir. ASN juga dilibatkan menjaga drainase (Aye)

Trenggalek, Suaragong.com – Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai memperkuat langkah antisipasi banjir. Salah satunya dengan menyiapkan normalisasi sedimentasi di sejumlah titik Sungai Ngasinan yang mengalami penumpukan material.

Sungai Ngasinan Bersedimen, Pemkab Trenggalek Siapkan Alat Berat

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) telah meninjau langsung kondisi sungai tersebut. Peninjauan dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik yang membutuhkan penanganan agar aliran air tetap lancar saat debit meningkat.

Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Trenggalek, Anjang Purwoko, mengatakan normalisasi ditargetkan segera dimulai dengan bantuan alat berat untuk mengangkat material yang mengendap di aliran sungai.

“Rencananya dalam waktu dekat ada kegiatan normalisasi wilayah sungai yang kita tinjau. Akan ada alat berat diterjunkan. Harapannya ini nanti bisa meminimalisir terjadinya banjir,” ujarnya.

Namun, normalisasi tidak dilakukan sepanjang aliran Sungai Ngasinan. Penanganan akan difokuskan pada titik-titik yang dinilai membutuhkan penanganan mendesak. Dengan menyesuaikan kondisi lapangan dan ketersediaan anggaran.

Anjang menjelaskan, normalisasi sebenarnya telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Meski demikian, sedimentasi kembali ditemukan di beberapa lokasi sehingga perlu penanganan lanjutan.

Pelaksanaan pekerjaan juga harus melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), mengingat kewenangan pengelolaan Sungai Ngasinan berada pada instansi tersebut. Dinas PUPR perlu mengajukan izin sebelum pekerjaan dimulai.

Selain normalisasi, Pemkab Trenggalek juga merencanakan penanaman rumput vetiver atau akar wangi di bagian tebing sungai yang telah ditangani. Tanaman tersebut diharapkan membantu memperkuat struktur tanah dan mengurangi risiko longsor pada bantaran sungai.

ASN Ikut Dilibatkan Cegah Genangan

Upaya antisipasi banjir tidak hanya menyasar aliran sungai. Pemerintah daerah juga memberi perhatian pada genangan di badan jalan dan saluran drainase yang berpotensi tersumbat.

Seluruh ASN di lingkungan Pemkab Trenggalek didorong ikut mengenali kondisi saluran air di lingkungan masing-masing. Mereka diminta mencatat titik rawan genangan serta membantu membersihkan saluran yang tersumbat.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pencegahan banjir secara menyeluruh. Sebab, penanganan sedimentasi sungai perlu diimbangi dengan pemeliharaan drainase agar air hujan dapat mengalir lancar dan tidak menggenangi jalan maupun kawasan permukiman. (mil/aye)

Mungkin Anda Suka