Type to search

Gaya Hidup

Benarkah Puasa Bisa Membantu Hidup Lebih Lama?

Share
Benarkah Puasa Bisa Membantu Hidup Lebih Lama? FT : Benarkah Puasa Bisa Membantu Hidup Lebih Lama? /sc : Aye/Pers

SUARAGONG.COM – Puasa semakin populer dan ternyata bukan hanya soal keimanan, tapi juga kesehatan. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa puasa bisa membantu kita hidup lebih lama. Lalu, bagaimana sains menjelaskannya?

Antara Puasa, Hidup Lebih lama dan Italia

Valter Longo, seorang ahli biokimia, tumbuh di Molochio, sebuah desa di Calabria, Italia, di mana banyak penduduknya hidup hingga lebih dari 100 tahun. Longo pun penasaran, apa rahasia umur panjang mereka? Setelah melakukan penelitian, ia menemukan bahwa pola makan penduduk di sana sangat sederhana dan sehat—sayuran, kacang-kacangan, buah, minyak zaitun, pasta, dan sedikit daging.

Namun, ada satu faktor menarik yang diungkapkan oleh para lansia di sana. “Kami pernah mengalami masa-masa di mana makanan sangat terbatas,” ujar mereka. Dari sinilah Longo mulai meneliti lebih dalam tentang efek puasa terhadap kesehatan dan umur panjang.

Baca Juga : Makanan yang Bikin Kenyang Lebih Lama, Cocok Buat Sahur

Bagaimana Puasa Memengaruhi Tubuh?

Sebagai seorang peneliti, Longo menemukan bahwa puasa bisa memperlambat penuaan dan membantu tubuh melawan berbagai penyakit akibat pertambahan usia. Namun, menjalani puasa dalam waktu lama tentu tidak mudah dan bisa menyebabkan efek samping seperti hilangnya massa otot.

Karena itu, Longo mengembangkan konsep diet yang meniru efek puasa (fasting-mimicking diet/FMD). Diet ini rendah kalori, gula, dan protein, tetapi kaya lemak sehat seperti minyak zaitun dan kacang-kacangan. Tujuannya adalah membuat tubuh merasa seperti sedang berpuasa tanpa benar-benar berhenti makan.

Baca Juga : Dokter Jelaskan Efek Langsung Makan Nasi Saat Berbuka

Puasa dan Ilmu Panjang Umur

Longo dan timnya melakukan eksperimen pada tikus paruh baya dan menemukan bahwa diet ini dapat memperpanjang usia, memperkuat sistem imun, serta menurunkan risiko kanker. Bahkan, pada tikus yang sudah tua, diet ini membantu meningkatkan daya ingat dan keterampilan belajar.

Tak hanya itu, Longo juga menguji diet ini pada manusia. Studi terhadap 71 orang yang menjalani diet ini selama lima hari dalam tiga siklus menunjukkan hasil yang luar biasa: penurunan lemak tubuh, tekanan darah lebih stabil, kadar gula lebih terkontrol, dan peradangan berkurang.

Pada tahun 2022, Longo melaporkan bahwa diet ini juga membantu meningkatkan kesehatan metabolisme pasien kanker prostat. Saat ini, ia sedang menguji efek diet ini pada 500 orang di Molochio untuk melihat apakah benar bisa memperlambat penuaan dan meningkatkan kesehatan jangka panjang.

Baca Juga : 8 Kebiasaan yang Membuat Berat Badan Naik Saat Puasa

Bagaimana Diet Meniru Puasa Bekerja?

Longo menjelaskan bahwa diet meniru puasa bekerja dengan mengaktifkan sel induk darah, yang membantu tubuh memproduksi lebih banyak sel darah putih untuk melawan infeksi. Selain itu, diet ini juga merangsang proses autophagy—yaitu mekanisme di mana sel-sel tubuh membersihkan bagian-bagian yang rusak dan menggantinya dengan yang baru.

Lebih menarik lagi, efek terbaik dari diet ini terjadi bukan saat menjalani FMD, melainkan saat seseorang kembali ke pola makan normal setelahnya. Tubuh pun beralih dari mode pembakaran gula ke pembakaran lemak, yang dapat membantu mengatur ulang metabolisme.

Saat ini, ada sekitar 30 uji klinis yang menguji FMD pada pasien dengan berbagai penyakit kronis, seperti kanker, Alzheimer, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Jika hasilnya terus menunjukkan manfaat positif, bukan tidak mungkin diet ini akan menjadi bagian dari terapi kesehatan di masa depan.

Jadi, apakah puasa benar-benar bisa membantu kita hidup lebih lama? Sejauh ini, penelitian menunjukkan hasil yang menjanjikan. Namun, tentu saja, menerapkan pola makan sehat secara konsisten tetap menjadi kunci utama untuk hidup panjang dan berkualitas. (Aye)

Baca Juga Artikel Berita Lain dari Suaragong di Google News

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *