Beberapa faktor, termasuk kebijakan ekonomi Presiden Prabowo yang dianggap ‘revolusioner’, memicu reaksi pasar yang cukup keras, terutama terhadap saham blue chip, terutama di sektor perbankan.
Meskipun demikian, analisis menunjukkan bahwa reaksi pasar ini tidak perlu berlebihan.
Penyebab penurunan IHSG kali ini berbeda dengan krisis ekonomi sebelumnya, seperti saat krisis moneter 1998 atau pandemi COVID-19. Kondisi pasar global dan krisis keuangan besar berdampak langsung pada ekonomi domestik.
Saat ini, sektor perbankan nasional tetap solid, dan meskipun terdapat kritik terhadap OJK yang dianggap kurang ketat dalam mengawasi pasar modal, kondisi perekonomian Indonesia tetap stabil.
Sebagai saran, bagi investor, ini bisa menjadi momen membeli saham blue chip yang jatuh, dengan harapan harga akan rebound menjelang Lebaran.
Namun, pemerintah diimbau untuk fokus pada kebijakan ekonomi yang lebih fundamental.
Baca Juga : Perekonomian Indonesia Positif Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2025
Jangan Lupa ikuti terus Informasi, Berita artikel paling Update dan Trending Di Media Suaragong !!!. Jangan lupa untuk ikuti Akun Sosial Media Suaragong agar tidak ketinggalan di : Instagram, Facebook, dan X (Twitter). (Fz).
Baca Juga Artikel Berita Lain dari Suaragong di Google News