Kota Malang, Suaragong.com – Kebakaran lahan mendominasi rentetan insiden kebakaran yang terjadi di Kota Malang sepanjang Triwulan III (Juli–September) 2026. Berdasarkan data Infografis Kebakaran UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, dari total 116 kejadian kebakaran, sebanyak 74 kasus atau sekitar 64 persen di antaranya merupakan musibah kebakaran lahan.
Didominasi Kebakaran Lahan, Damkar Kota Malang Catat 74 Kejadian: Faktor Kelalaian dan Sabotase
Tinggi angka kebakaran lahan ini menjadi perhatian serius. Terutama dengan tren yang meningkat tajam pada bulan September yang mencatatkan 66 kejadian. Kebanyakan objek yang terbakar meliputi lahan kosong dan vegetasi kering di sekitar kawasan permukiman maupun bantaran sungai.
Selain faktor cuaca kemarau dan angin kencang, pemicu utama melonjaknya peristiwa ini kerap dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Hingga adanya indikasi kesengajaan atau sabotase yang tercatat mencapai 50 kasus (42%) dari keseluruhan pemicu kebakaran.
Kedungkandang dan Lowokwaru Jadi Daerah Rawan
Dilihat dari sebaran wilayahnya, Kecamatan Kedungkandang dan Lowokwaru menjadi dua daerah dengan tingkat kerawanan tertinggi. Kedungkandang mencatatkan 34 kejadian kebakaran, diikuti Lowokwaru dengan 33 kejadian. Maraknya kebakaran di dua wilayah ini juga berkontribusi besar pada total estimasi kerugian materiil di Kota Malang. Yang mana diketahui mencapai Rp2,168 miliar selama kurun waktu tiga bulan tersebut.
Baca Juga : Kebakaran Landa Lereng Bromo, TNBTS Tutup Jalur Jemplang
Menanggapi tingginya potensi kebakaran lahan di wilayah utara dan timur Kota Malang, UPT Damkar merencanakan penambahan pos pemadam baru di wilayah utara. Hal ini untuk mengover Kecamatan Blimbing dan Lowokwaru guna mempercepat waktu tanggap (response time).
Masyarakat mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghentikan kebiasaan membakar sampah atau vegetasi kering sembarangan. Guna meminimalisasi risiko penyebaran api ke pemukiman warga. (Aye/sg)










