Kebakaran Hutan di Singosari Meluas hingga 750 Hektar, Petugas Padamkan Api Secara Manual

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Singosari, Kabupaten Malang, hingga kini masih terus berlangsung
FT : Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Singosari, Kabupaten Malang, hingga kini masih terus berlangsung (Aye)

Malang, Suaragong.com – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Singosari, Kabupaten Malang, hingga kini masih terus berlangsung. Berdasarkan data di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran tersebut diperkirakan telah mencapai sekitar 750 hektar.

Kebakaran Hutan di Singosari Meluas hingga 750 Hektar

Kapolsek Singosari, AKP Achmad Zainuddin, mengungkapkan bahwa proses pemadaman melibatkan tim gabungan yang cukup banyak. Terdiri dari unsur rescue, TNI, Polri, hingga Brimob dengan kekuatan sekitar 50 hingga 60 personel.

Kendati demikian, petugas di lapangan menghadapi sejumlah kendala berat, mulai dari kondisi medan yang sulit dan hanya dapat diakses dengan berjalan kaki, hingga sulitnya mendapatkan sumber air di lokasi kejadian. Sejauh ini, fokus utama langkah penanggulangan yang dilakukan petugas adalah dengan membuat sekat bakar secara manual menggunakan alat seadanya seperti sabit.

“Upaya-upaya yang kita lakukan yaitu kita hanya mampu membuat sekat bakar. Sekat bakar itu dengan tujuan untuk memutuskan perluasan penyebaran titik api,” ujar AKP Achmad Zainuddin.

Padang Savana dan Ilalang Hangus

Ia menambahkan, api cepat merembet lantaran sebagian besar area yang terdampak merupakan kawasan savana berupa rumput dan padang ilalang. Beruntungnya, hingga saat ini api masih terpusat di kawasan atas atau kawasan Tahura (Taman Hutan Raya) dan belum merambah ke hutan produksi maupun permukiman warga.

Untuk mengantisipasi keselamatan petugas—mengingat risiko tinggi yang berkaca dari insiden di Bromo sebelumnya. Tim gabungan menerapkan standar keamanan dengan membuat sekat bakar pada radius aman sekitar setengah kilometer dari titik penjalaran api, serta mewajibkan penggunaan masker guna mencegah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Baca Juga : Kebakaran Lahan Melonjak, Damkar Kota Malang Catat 74 Kejadian Hingga September 2026

Dukungan Peralatan Hingga Helikopter untuk Atasi Kebakaran

Di tengah keterbatasan peralatan pemadaman yang masih manual menggunakan sabit dan alat pemukul api (keprok). Pihak di lapangan sangat mengharapkan adanya dukungan penanganan lanjutan dari satuan tingkat atas, termasuk pengerahan helikopter water bombing.

Terkait koordinasi penggunaan water bombing dengan BPBD provinsi maupun Kabupaten Malang, pihak kepolisian menyebutkan bahwa hal tersebut saat ini sedang dikomunikasikan dan diusahakan. (Aye/sg)