SUARAGONG.COM – Pemerintah Kota Probolinggo resmi meluncurkan program SAPA BOS 2026, sebuah langkah baru biar pengelolaan dana pendidikan makin rapi, transparan, dan pastinya bebas dari masalah administrasi. Peluncuran ini digelar di Ballroom Paseban Sena, Rabu (15/4/2026), dan dihadiri sekitar 500 peserta. Mulai dari kepala sekolah, bendahara BOS, sampai komite sekolah ikut meramaikan acara ini. Gak cuma itu, hadir juga jajaran pejabat Pemkot hingga aparat penegak hukum yang siap ikut mengawal program ini.
SAPA BOS 2026 Diluncurkan, Pemkot Probolinggo Bikin Pengelolaan Dana Sekolah Makin Transparan
Lewat SAPA BOS 2026, Pemkot Probolinggo pengen memastikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) benar-benar digunakan sesuai aturan. Jadi, bukan sekadar formalitas, tapi lebih ke pendampingan langsung ke sekolah-sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Siti Romlah, menjelaskan kalau program ini bakal diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari klinik konsultasi BOS, bimbingan teknis ke sekolah, sampai evaluasi rutin dari awal perencanaan hingga laporan akhir.
Intinya, sekolah gak dibiarkan jalan sendiri. Ada arahan dan pendampingan supaya semua lebih aman dan tertata.
Kejaksaan Ikut Turun Tangan
Menariknya, program ini juga melibatkan aparat penegak hukum. Kepala Kejaksaan Negeri Probolinggo, Lilik Setiyawan, menegaskan kalau pihaknya gak cuma fokus pada penindakan, tapi juga pencegahan.
Lewat program seperti “Jaga”, kejaksaan bakal ikut mendampingi sekaligus memberikan edukasi hukum. Jadi, pengelola dana BOS gak perlu takut atau ragu saat bekerja, selama sesuai aturan.
Bahkan, lewat bidang Datun, kejaksaan juga siap kasih bantuan hukum dan pertimbangan jika dibutuhkan sekolah.
Dana BOS Itu Penting Banget
Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, menegaskan kalau dana BOS punya peran vital dalam dunia pendidikan. Mulai dari mendukung kegiatan belajar mengajar sampai meningkatkan kualitas sekolah.
Makanya, pengelolaannya gak boleh asal-asalan.
“Dana BOS itu fondasi penting pendidikan. Harus dikelola dengan jujur, tepat, dan sesuai aturan,” tegasnya.
Ia juga menyinggung soal fasilitas sekolah yang masih perlu perhatian, seperti sanitasi. Menurutnya, kualitas pendidikan gak cuma soal kurikulum, tapi juga lingkungan belajar yang nyaman.
Baca Juga : Sidak LPG 3 Kg di Leces, Pemkab Probolinggo Bongkar Penyebab Kelangkaan
Menuju Indonesia Emas 2045
Program SAPA BOS 2026 ini juga jadi bagian dari langkah besar menuju Indonesia Emas 2045. Fokusnya jelas: meningkatkan kualitas sumber daya manusia lewat pendidikan yang lebih baik.
Wali Kota pun mengajak semua pihak—sekolah, pemerintah, hingga masyarakat—buat ikut terlibat. Kuncinya ada di komunikasi dan kerja sama yang solid.
“Lewat SAPA BOS, kita bangun komunikasi kuat supaya dana benar-benar tepat sasaran dan berdampak nyata,” tambahnya.
Harapannya Gak Cuma Seremonial
Program ini diharapkan gak berhenti di acara launching aja. Tapi benar-benar jalan dan terasa manfaatnya di lapangan.
Dengan adanya pengawasan, pendampingan, dan edukasi yang terus dilakukan, sekolah diharapkan bisa mengelola dana BOS secara maksimal tanpa takut salah langkah.
Kalau semua berjalan sesuai rencana, bukan gak mungkin sistem pengelolaan dana pendidikan di Probolinggo bisa jadi contoh—transparan, bersih, dan berintegritas. (Aye/sg)
