Skandal ‘Bill Gantung’ di Lafayette Malang Omzet Ilang Jutaan Per Hari
Share
SUARAGONG.COM – Kabar kurang sedap datang dari salah satu spot nongkrong paling ikonik di Kota Malang, Lafayette. Bukan soal menu atau pelayanannya, tapi soal drama internal yang bikin geleng-geleng kepala. Direktur Lafayette, Umar Tarsum, baru saja membongkar kasus dugaan penggelapan dana yang dilakukan oleh oknum karyawannya sendiri dengan modus yang cukup cerdik: Bill Gantung.
Skandal ‘Bill Gantung’ di Lafayette Malang: Omzet Bocor Jutaan Per Hari
Spill Modusnya: Makan Keluar, Uang Gak Masuk Kasir!
Umar menjelaskan kalau pelaku memanfaatkan celah di sistem kasir. Jadi gini, ngab, transaksi antara pelanggan dan kasir tetap terjadi. Makanan dan minuman tetap diproses dan diantar ke meja, uang dari pelanggan pun sudah diterima. Tapi, di sistem kasir, transaksinya nggak pernah diselesaikan alias “digantung”.
“Transaksi terjadi, uang masuk, makanan dan minuman keluar. Tapi bill-nya tidak diselesaikan. Dari situ muncul selisih yang kemudian diambil,” ungkap Umar. Gokilnya lagi, pelanggan biasanya cuma dikasih struk bayangan yang bertuliskan “This is not the original receipt”. Kebanyakan dari kita pasti nggak sadar dan mikir itu struk biasa, padahal itu pintu masuk buat “tilap” uang.
Rugi Jutaan Tiap Hari, Bonus Karyawan Lain Jadi Korban
Bukan recehan, nilai penggelapan ini ternyata fantastis banget. Berdasarkan pengakuan tersangka, oknum berinisial HH mengaku mengambil sekitar Rp1,2 juta per hari. Sementara tersangka HCP malah lebih “berani” lagi, karena nominalnya bisa tembus Rp7 juta per hari, bahkan lebih kalau lagi ramai!
Dampaknya nggak main-main, guys. Selain arus kas perusahaan yang berantakan, nasib karyawan lain yang jujur pun ikut kena imbasnya. Gara-gara omzet menurun dan nggak sebanding sama pembelian bahan baku, bonus buat karyawan lain jadi berkurang. Bener-bener red flag banget kelakuan oknum ini!
Jejak Digital & CCTV Gak Bisa Bohong
Manajemen mulai mencium aroma nggak beres ini sejak 21 Maret 2026. Berbekal rekaman CCTV dan hasil audit transaksi internal yang super teliti, akhirnya kedok mereka terbongkar. Ternyata, tersangka HCP juga diduga pernah melakukan aksi serupa di tempat kerja sebelumnya dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Wah, spesialis nih?
Update Hukum: Menunggu Proses Kepolisian
Saat ini kasus tersebut sudah ditangani pihak kepolisian. Terkait kabar salah satu tersangka (HCP) yang sedang hamil dan mengajukan penangguhan penahanan, pihak manajemen Lafayette menyatakan bakal tetap menghormati proses hukum yang berlaku namun berharap semuanya berjalan objektif.
Pelajaran buat para pemilik usaha kuliner di Malang nih, sistem secanggih apa pun kalau nggak diawasi ketat pasti ada aja celahnya. Dan buat kita para pelanggan, jangan lupa cek lagi ya kalau dapet struk yang tulisannya mencurigakan!

