SUARAGONG.COM – Dalam rangka menyambut Bulan Bhakti Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polresta Malang Kota menggelar Pengajian Umum dan Doa Bersama dengan menghadirkan pendakwah muda KH Muhammad Iqdam atau yang akrab disapa Gus Iqdam. Kegiatan tersebut akan berlangsung di Stadion Gajayana, Jalan Semeru, Kota Malang, Selasa (2/6/2026).
Polresta Malang Kota Hadirkan Gus Iqdam di Stadion Gajayana, Doa Bersama Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Kegiatan yang terbuka untuk masyarakat umum ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati setiap 1 Juli. Melalui momentum tersebut, Polresta Malang Kota ingin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui pendekatan spiritual dan keagamaan.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana melalui Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin, menjelaskan bahwa pengajian umum dan doa bersama ini tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga memperkuat silaturahmi antara Polri, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Malang Raya.
“Selain sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi. Antara Polri, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Malang Raya untuk bersama-sama menjaga persatuan, kerukunan, serta kondusivitas kamtibmas.” Ujar Ipda Lukman, Sabtu (30/5/2026).
Gaya Dakwah Ala Gus Iqdam
Menurutnya, dipilihnya Gus Iqdam sebagai penceramah bukan tanpa alasan. Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II, Karanggayam, Kabupaten Blitar tersebut dikenal memiliki metode dakwah yang dekat dengan berbagai kalangan masyarakat.
Gaya penyampaian yang sederhana dan mudah dipahami membuat Gus Iqdam mampu merangkul jamaah dari berbagai latar belakang sosial, termasuk kelompok marginal. Nilai-nilai dakwah yang dibawanya dinilai sejalan dengan semangat Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat.
Selain menyampaikan tausiyah, dalam kegiatan tersebut jamaah juga akan diajak mendoakan para korban Tragedi Kanjuruhan. Hal ini sebagai bentuk empati dan penghormatan kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Doa bersama ini diharapkan menjadi penguat semangat persaudaraan dan kepedulian sosial seluruh elemen masyarakat Malang Raya,” kata Lukman.
Baca Juga : Pemkot Malang Gelar GPM Kota Malang Jelang Ramadan
Refleksi Persatuan dan Kebersamaan di Malang
Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi sarana refleksi bersama sekaligus memperkuat nilai persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum refleksi bersama, memperkuat persatuan. Serta mendoakan saudara-saudara kita yang telah menjadi korban dalam peristiwa Kanjuruhan. Semoga seluruh keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keberkahan,” ungkapnya.
Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan jamaah, Polresta Malang Kota telah menyiapkan pengamanan terpadu. Melibatkan sekitar 470 personel gabungan dari berbagai instansi serta unsur masyarakat.
Pengamanan akan mengedepankan pendekatan preventif, preemtif, dan humanis guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Kami mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas, serta menjadikan momen doa bersama ini. Sebagai sarana mempererat ukhuwah, menjaga persatuan, dan kondusivitas Kota Malang,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara Polri, ulama, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat, Pengajian Akbar bersama Gus Iqdam di Stadion Gajayana diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Tetapi juga menjadi wadah memperkuat nilai religius, solidaritas sosial, dan kebersamaan demi terwujudnya Kota Malang yang aman, damai, dan harmonis. (Aye/sg)










