SUARAGONG.COM – Sebanyak 718 mahasiswa baru Universitas Kepanjen mulai memasuki babak baru sebagai mahasiswa. Mereka mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 di Aula Lantai 3 Universitas Kepanjen, Selasa (15/9/2026).
Universitas Kepanjen menggelar PKKMB Tahun Akademik 2026/2027
Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 680 mahasiswa. Rektor Universitas Kepanjen, Dr. Tri Nurhudi Sasono, D.Kep., Ns., M.Kep., menyebut peningkatan tersebut menjadi salah satu catatan positif bagi kampus.
“Alhamdulillah, tahun ini ada 718 mahasiswa baru. Ada peningkatan dibandingkan tahun kemarin yang sekitar 680 mahasiswa,” ujar Tri.
Mahasiswa dari Penjuru Nusantara
Tak hanya datang dari Malang Raya; mahasiswa baru Universitas Kepanjen juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, tahun ini terdapat mahasiswa internasional.
Tri menyebut ada mahasiswa asal Sudan yang mengambil program Keperawatan. Selain itu, terdapat mahasiswa dari Papua New Guinea yang bergabung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Dari total 718 mahasiswa baru, sebanyak 547 mahasiswa masuk Fakultas Ilmu Kesehatan. Sementara sekitar 166 mahasiswa memilih Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Menurut Tri, kuliah bukan sekadar mengejar gelar. Mahasiswa juga perlu membangun kemampuan beradaptasi, mengenali potensi diri, dan nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pendidikan itu investasi jangka panjang, tidak bisa instan. Harapannya, teman-teman mahasiswa melalui pendidikan ini bisa merubah dunia,” tuturnya.
Baca Juga :17.300 Maba Kepung UB, RAJA BRAWIJAYA 2026
Berlangsung Selama 3 Hari
PKKMB digelar selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis. Dua hari pertama diisi materi seputar akademik, pengembangan kognitif dan psikologis, serta pemetaan minat dan bakat.
Mahasiswa juga dikenalkan dengan berbagai peluang selama kuliah; mulai dari kuliah sambil bekerja, mengikuti program magang, hingga kesempatan berkiprah di luar negeri. Hari terakhir bakal lebih santai dengan kegiatan kreativitas, pentas seni, dan aktivitas bersama mahasiswa baru.
“Harapannya mahasiswa berani berubah. Tidak cukup hanya lulusan SMA atau SMK, tetapi berani melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Tri.
Bupati Malang M. Sanusi yang turut hadir juga memberikan pesan kepada mahasiswa baru agar tidak menyia-nyiakan masa kuliah.
Ia mendorong mahasiswa memaksimalkan usia muda untuk belajar dan mengembangkan kemampuan. Menurutnya, kesempatan menjadi mahasiswa merupakan fase yang tidak akan terulang.
“Semangat belajar mumpung masih muda, tenaga dan pikiran masih fresh, harus digunakan sebaik-baiknya. Masa kalian hari ini tidak akan pernah terjadi lagi di esok hari,” pesan Sanusi.
Sanusi juga mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya soal pencapaian pribadi. Mahasiswa diharapkan memiliki kepedulian dan mampu memberi manfaat bagi lingkungan.
Karena itu, ia mengajak mahasiswa membangun jiwa saling membantu dan gotong royong sejak berada di bangku kuliah.
“Mulai sekarang harus ditanamkan jiwa penolong. Kalau kita saling membantu dan bergotong royong, pertolongan dari Allah akan turun,” pungkasnya. (Aye/sg)










