SUARAGONG.COM – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Buthak dan Gunung Kawinajang, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, semakin luas. Hingga Senin (14/9/2026), area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 478 hektare.
Karhutla Gunung Buthak-Kawinajang Capai 478 Hektare! Angin Kencang Hambat Pemadaman!
Upaya pemadaman dari udara pun belum berjalan maksimal. Kencangnya embusan angin di kawasan puncak membuat helikopter water bombing kesulitan menjatuhkan air tepat ke titik api.
Operasi udara sebenarnya sudah disiapkan sejak pagi. Helikopter mulai melakukan pemantauan sekitar pukul 07.30 WIB dengan mencari titik yang memungkinkan untuk dilakukan penyiraman.
Namun, kondisi angin yang cukup kuat membuat proses penyiraman belum bisa dilakukan secara maksimal. Medan yang curam juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim yang melakukan pemadaman melalui jalur darat.
Administratur/KKPH Malang Perum Perhutani KPH Malang, Kelik Djatmiko, mengatakan angin menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan kebakaran.
Menurutnya, bara yang terlihat sudah padam masih bisa kembali menyala ketika terkena embusan angin.
“Hari ini ada pengerahan water bombing untuk upaya memadamkan api dari udara. Kami juga mengingatkan para relawan agar senantiasa memperhatikan medan, cuaca, dan jalur yang dilewati,” ujarnya.
Baca Juga : Waspada Karhutla! BMKG Ingatkan Puncak Kemarau Agustus
Pengawasan Diperluas ke Perbatasan
Dengan kondisi cuaca yang belum bersahabat, tim gabungan kini memperkuat pemantauan terhadap arah pergerakan api dan angin. Pengawasan juga diperluas hingga wilayah perbatasan Kabupaten Malang dan Blitar.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan bara terbawa angin menuju kawasan lain.
Sebelumnya, Kapolres Batu AKBP Dr. Aris Purwanto memimpin apel kesiapan penanganan Karhutla di Pos Penanggulangan Bencana, Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul. Sekitar 50 personel gabungan mengikuti apel tersebut.
Mereka terdiri dari TNI Kodim 0818 Malang, Polres Batu, BPBD Kabupaten Malang, Perhutani KPH Malang, Pemdes Pujon Kidul, DLH Kabupaten Malang, serta relawan.
Aris menegaskan keselamatan personel harus menjadi prioritas. Kondisi medan pegunungan yang curam ditambah perubahan cuaca membuat setiap pergerakan di lapangan harus diperhitungkan.
“Dalam pelaksanaan tugas, personel harus mengetahui jalur, cuaca, serta medan di lokasi. Kita harus mendapatkan informasi yang valid mengenai lokasi titik api agar mampu mengambil langkah-langkah tepat untuk mencegah meluasnya kebakaran,” tegasnya.
Seluruh unsur juga diminta memperkuat koordinasi dan menjaga posko penanggulangan. Masyarakat maupun relawan diimbau tidak masuk sembarangan ke kawasan hutan selama proses pemadaman berlangsung. (Aye/sg)










