SUARAGONG.COM – Duka mendalam menyelimuti warga RT 09 RW 02 Dusun Claket, Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Salah satu warga setempat, Reyner Fausta Yosilianto (22), teridentifikasi sebagai korban meninggal dunia dalam insiden tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).
Niat Cari Biaya Tingkeban, Warga Ngantang Jadi Korban Meninggal KMP Virgo Transport 8
Reyner menumpangi kapal naas tersebut bersama sang kakak, Susanto (36). Hingga saat ini, keberadaan Susanto masih dalam proses pencarian oleh tim SAR.
Setelah berhasil teridentifikasi, jenazah Reyner diterbangkan dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin menuju Bandara Juanda Surabaya, Selasa (15/9/2026). Jenazah langsung dibawa ke rumah orang tuanya di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, untuk dimakamkan.
Ketua RT 09 Dusun Claket, Ismanan, menjelaskan bahwa Reyner sebenarnya merupakan warga asli Blitar. Namun, sejak menikah dua tahun lalu, korban tinggal di Ngantang bersama istri dan anak balitanya.
“Kesehariannya kerja serabutan, kadang jadi buruh tani, kadang ikut kirim barang. Keberangkatannya ke Kalimantan kali ini adalah yang ketiga untuk mengantar muatan makanan ringan (snack) bersama kakaknya,” ujar Ismanan, Selasa (15/9/2026).
Di mata warga sekitar, Reyner dikenal sebagai sosok yang santun, ramah, dan mudah berbaur dengan masyarakat. Kabar duka ini sontak mengejutkan para tetangga yang tak menyangka korban menjadi salah satu penumpang kapal terbalik yang viral di media massa tersebut.
Baca Juga :Kecelakaan Maut di Tol Pandaan-Malang KM 76.600: Mikrobus Ringsek, 3 Meninggal
Niat Mencari Rezeki
Niat Cari Rezeki untuk Acara 7 Bulanan Anak Kisah pilu di balik keberangkatan Reyner diungkapkan oleh tetangganya, Sujiatin. Menurutnya, korban memberanikan diri menjadi kernet truk ekspedisi ke Kalimantan demi mengumpulkan biaya syukuran tujuh bulanan (tingkeban) anak pertamanya.
“Dia berangkat ke Kalimantan sebenarnya untuk cari biaya acara tujuh bulanan anaknya yang masih bayi. Rencananya digelar dalam bulan-bulan ini,” ungkap Sujiatin dengan nada sedih.
Sujiatin menambahkan, warga Dusun Claket merasa sangat kehilangan dan langsung bergerak bersama melayat ke rumah duka di Blitar untuk menguatkan istri korban.
“Kami sangat kaget. Ini warga rombongan mau takziah bareng ke Blitar. Kasihan sekali istrinya, ayah dan ibunya sudah tidak ada, sekarang suaminya meninggal dunia sementara anaknya masih sangat kecil,” pungkasnya. (Fir/Aye/sg)










