Peristiwa

5 Kecamatan di Kabupaten Malang Diterjang Banjir dan Longsor

5 Kecamatan di Kabupaten Malang Diterjang Banjir dan Longsor
FT : 5 Kecamatan di Kabupaten Malang Diterjang Banjir dan Longsor (Aye)
Daftar Isi
  1. Diguyur Hujan Deras, 5 Kecamatan di Kabupaten Malang Diterjang Banjir dan Longsor
    1. Akses Jalan Terputus dan Jembatan Ambrol
    2. Pengerahan Alat Berat dan Tim Reaksi Cepat

Malang, Suaragong.com – Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang sejak Senin (2/11/2026) dini hari memicu bencana banjir dan tanah longsor di lima kecamatan. Akibat peristiwa ini, sejumlah jalur transportasi dan akses antar-desa dilaporkan lumpuh tertutup material longsor.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang per Senin siang, lima kecamatan terdampak bencana hidrometeorologi tersebut. Yaitu meliputi Ampelgading, Dampit, Tirtoyudo, Bantur, dan Sumbermanjing Wetan (Sumawe).

Diguyur Hujan Deras, 5 Kecamatan di Kabupaten Malang Diterjang Banjir dan Longsor

Kalaksa BPBD Kabupaten Malang, Sadono, membenarkan terjadinya peningkatan debit air serta tanah longsor di beberapa titik strategis wilayah Malang Selatan tersebut.

“Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi merata di seluruh wilayah Kabupaten Malang sejak dini hari. Kondisi ini memicu longsor di beberapa titik serta kenaikan debit air sungai,” kata Sadono dalam laporan resminya, Senin (2/11/2026).

Akses Jalan Terputus dan Jembatan Ambrol

Dampak terparah dilaporkan terjadi di Kecamatan Ampelgading dan Sumawe. Di Desa Tirtomoyo (Ampelgading), material longsor menutup total akses jalan provinsi. Kendaraan roda dua maupun roda empat dari arah Malang dialihkan sementara melalui jalur alternatif Desa Purworejo menuju Desa Sidorenggo.

Sementara di Kecamatan Sumawe, banjir dan longsor menerjang Desa Klepu. Akses jalan poros Gunung Gatel yang menghubungkan Desa Klepu dengan Kecamatan Dampit terputus total.Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Dampit. Longsor menutupi jalur penghubung Dampit–Sumawe di Desa Polaman. Adapun titik longsor di Desa Watusuko kini sudah berhasil ditangani dan dapat dilalui kembali oleh kendaraan.

Di Kecamatan Bantur, tanah longsor di Desa Sumberbening merobohkan tiang listrik hingga mengganggu jaringan setempat. Selain itu, banjir di Desa Bantur sempat mengakibatkan penahan Jembatan Prigodani-Rejosari ambrol.”Untuk kondisi luapan air di Desa Bantur saat ini sudah mulai surut. Sementara penanganan tiang listrik rubuh sudah berkoordinasi dengan pihak PLN dan sedang dalam penanganan petugas di lapangan,” jelasnya.

Pengerahan Alat Berat dan Tim Reaksi Cepat

BPBD Kabupaten Malang memastikan tidak ada korban jiwa (nihil) dalam peristiwa bencana alam ini. Sementara untuk estimasi nilai kerugian materiil masih dalam tahap pendataan tim Pusdalops di lapangan.Guna mempercepat penanganan, BPBD Kabupaten Malang telah menerjunkan tim Reaksi Cepat (TRC) bersama alat berat ke lokasi-lokasi kritis, terutama untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan utama.

“Operasi penanganan dan monitoring kami bagi menjadi beberapa tim, meliputi wilayah Ampelgading, Tirtoyudo, Sumawe, dan Bantur, termasuk pengerahan tim ekskavator untuk pembukaan akses jalan,” ujar Sadono.

Penanganan darurat bencana ini dilakukan secara kolaboratif melibatkan unsur BPBD, TNI, Muspika setempat, Pemdes, Dinas Bina Marga Provinsi Jatim, PU Nasional, BBWS Brantas, PMI, Tagana, hingga relawan dan masyarakat sekitar.BPBD Kabupaten Malang mengimbau warga yang bermukim di kawasan rawan tebing dan daerah aliran sungai (DAS) untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat curah hujan yang masih tinggi. (Aye/sg)

Mungkin Anda Suka