Jember, Suaragong.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus menyuntikkan program penanggulangan kemiskinan dan penguatan jaring pengaman sosial ke dalam berbagai agenda sektoral kedinasan. Langkah integratif ini ditunjukkan melalui aksi karya bakti Menuju Indonesia ASRI yang digelar di kawasan Alun-Alun Jember, Sabtu (17/10/2026).
Padukan Karya Bakti Lingkungan dengan Penyaluran Sembako, Pemkab Jember Gelar Dialog Lesehan Bareng Pengemudi Becak
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Jember tidak sekadar memfokuskan agenda pada pembersihan sampah dan perawatan taman kota. Momentum berkumpulnya massa ini juga dimanfaatkan untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) pangan. Yaitu berupa paket sembako kepada ratusan pengemudi becak yang sehari-hari beroperasi di wilayah perkotaan.
Penyaluran bansos di tengah kegiatan lingkungan ini didasarkan pada pertimbangan sosiologis untuk meringankan beban pengeluaran harian para pekerja sektor informal. Khususnya pengemudi becak yang pendapatannya tertekan oleh persaingan moda transportasi modern. Pemkab Jember merangkul mereka sebagai mitra kerja strategis yang dilibatkan langsung dalam menjaga kebersihan dan keindahan Alun-Alun Jember.
Suasana humanis dan penuh kekeluargaan tampak mewarnai prosesi pembagian bantuan. Sebelum paket sembako didistribusikan, Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) duduk lesehan bersama para pengemudi becak di area lapangan. Forum informal ini dimanfaatkan para pekerja jalanan untuk menyampaikan berbagai aspirasi. Mulai dari seputar jaminan kesehatan, akses modal usaha keluarga, hingga kepastian harga bahan pokok di pasar.
Program Penataan Kota Akan Beriringan dengan Pemberdayaan Ekonomi Wong cilik
Bupati Jember, Gus Fawait, menjelaskan bahwa perpaduan aksi karya bakti fisik dan gerakan kepedulian sosial ini bertujuan memperkuat semangat berbagi. Serta membangun hubungan emosional yang erat antara pemerintah daerah dan masyarakat arus bawah. Menurutnya, kebijakan penataan lingkungan kota tidak akan berjalan efektif jika mengabaikan faktor kesejahteraan para pelaku sosial yang beraktivitas di dalamnya.
”Pemerintah Kabupaten Jember hadir secara nyata di tengah masyarakat untuk memastikan bahwa seluruh program penataan kota selalu berjalan beriringan dengan program pemberdayaan ekonomi wong cilik. Bantuan sembako kepada bapak-bapak pengemudi becak ini adalah wujud nyata kepedulian sosial kami. Kami ingin memastikan seluruh pihak dapat terus mencari nafkah secara tenang, harmonis, dan ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan kerjanya agar para wisatawan yang datang ke Jember merasa nyaman,” tutur Gus Fawait saat membagikan paket sembako secara simbolis.
Baca Juga : Diplomasi Gowes Ontels! Gus Fawait Pimpin OSMA Jember
Agen Kontrol Lingkungan dan Sosial
Gus Fawait menggarisbawahi pentingnya menumbuhkan rasa memiliki (sense of ownership) di kalangan warga. Untuk menjaga kebersihan fasilitas publik. Para pengemudi becak yang biasa mangkal di area publik dinilai memiliki peran vital sebagai agen kontrol lingkungan. Di mana dapat membantu mencegah pengunjung membuang sampah sembarangan.
Guna memastikan program bantuan ini berjalan akuntabel dan tepat sasaran, Dinas Sosial Kabupaten Jember telah melakukan verifikasi data kependudukan secara ketat terhadap para penerima manfaat. Pemkab Jember berkomitmen melanjutkan program jaring pengaman sosial terintegrasi ini secara berkala, yang diselaraskan dengan inovasi layanan kesehatan seperti UHC Prioritas, Home Care, dan Mobil Cinta. (Aye/sg)










