SUARAGONG.COM – Di saat kondisi dunia lagi nggak menentu gara-gara konflik geopolitik, pemerintah Indonesia gerak cepat nih buat jagain dapur kita tetep ngebul. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, baru aja “bungkus” kesepakatan penting sama Rusia buat impor minyak mentah (crude oil) dan LPG!
Dunia Lagi Krisis, King Bahlil Gaet Kontrak Minyak dan LPG dari Rusia
Kabar ini datang langsung dari Moskow setelah Pak Bahlil ketemu sama Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, dan bos-bos perusahaan energi raksasa kayak Rosneft sampai Lukoil. Pertemuan ini bukan cuma ngobrol santai, tapi beneran bahas skema Government-to-Government (G2G) dan bisnis biar stok cadangan energi kita makin tebal.
“Kita mendapatkan hasil yang cukup baik di mana kita bisa mendapatkan cadangan crude kita untuk kita tambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG,” kata Pak Bahlil (14/4/2026). Mantap, Pak!

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, baru aja “bungkus” kesepakatan penting sama Rusia buat impor minyak mentah dan LPG
Kenapa Harus Rusia?
Mungkin ada yang nanya, “Kenapa jauh-jauh ke Rusia?”. Jawabannya simpel: Ketahanan Energi. Saat ini jalur perdagangan migas dunia lagi goyang banget, apalagi jalur Selat Hormuz terancam tutup gara-gara ketegangan AS-Israel vs Iran. Kalau jalur itu macet, pasokan minyak dunia bisa kacau. Nah, Rusia punya posisi strategis buat jadi “pemasok cadangan” kita dengan harga yang katanya bakal saling menguntungkan alias lebih miring!
Bukan Cuma Minyak, Ada Nuklir Juga?
Nggak cuma urusan bensin dan gas buat masak, obrolan ini juga ngerembet ke hal-hal futuristik lainnya, Sob:
- Bangun Kilang: Kerja sama infrastruktur penyimpanan minyak di Indonesia.
- Energi Nuklir: Penjajakan buat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
- Sektor Mineral: Perluasan ruang kerja sama di bidang tambang.
Menteri Rusia, Sergey Tsivilev, juga sudah kasih lampu hijau dan bilang kalau mereka siap jadi mitra strategis buat perkuat ketahanan energi kita.
Baca Juga : STAY CHILL! Bahlil Bilang Stok BBM 20 Hari Itu ‘Aman Banget’
Strategi “Berdamai” dengan Geopolitik
Presiden Prabowo sendiri yang turun tangan konsultasi langsung sama Vladimir Putin di Kremlin. Intinya, Indonesia pengen cari jalan keluar biar situasi dunia yang lagi panas nggak bikin rakyat kita kesusahan gara-gara energi langka atau mahal.
Jadi, meskipun di luar sana lagi banyak konflik, pemerintah fokus nyari “aman” buat kebutuhan domestik kita. Setidaknya, buat urusan stok bensin dan LPG ke depan, kita sudah punya back-up yang kuat. (Aye/sg)






