Calon PMI Jember Diingatkan Kuasai Bahasa dan Budaya Negara Tujuan

BP3MI Jawa Timur mengingatkan calon PMI Jember agar menguasai bahasa, memahami budaya, dan mengetahui aturan negara tujuan
FT : BP3MI Jawa Timur mengingatkan calon PMI Jember agar menguasai bahasa, memahami budaya, dan mengetahui aturan negara tujuan (Rio)

Jember, Suaragong.com – Peluang kerja di luar negeri bagi lulusan SMK di Kabupaten Jember semakin terbuka melalui program SMK Go Global. Namun, kesiapan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak cukup hanya bermodal keterampilan kerja dan sertifikat profesi. Kemampuan berbahasa, memahami budaya, hingga mengenali aturan hukum di negara tujuan juga menjadi bekal penting.

‎Kepala BP3MI Jatim Ingatkan Pentingnya Kesiapan Budaya dan Bahasa bagi Calon PMI Jember

Pesan tersebut disampaikan Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur, Kombes Pol. Tyas Puji Rahadi, saat menjadi pembicara dalam forum Edukasi Perlindungan dan Migran Aman di Pendopo Wahyawibawagraha, Jember, Kamis (8/10/2026).

Menurut Tyas, persaingan di pasar kerja internasional menuntut calon PMI memiliki persiapan yang menyeluruh. Kompetensi teknis memang menjadi modal utama, tetapi kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru juga berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan.

Berkomunikasi dan Memahami Budaya

Ia menjelaskan, persoalan yang dihadapi pekerja migran di negara penempatan tidak selalu berkaitan dengan kemampuan menjalankan tugas. Hambatan komunikasi dan perbedaan budaya juga dapat memicu kesalahpahaman, bahkan berujung pada persoalan hukum jika pekerja tidak memahami ketentuan setempat.

“Keterampilan teknis itu modal dasar, tetapi pemahaman bahasa dan budaya di negara tujuan adalah kunci keselamatan dan kesuksesan bekerja,” ujar Tyas.

Karena itu, calon PMI diharapkan mempersiapkan kemampuan bahasa, memahami kebiasaan masyarakat setempat, serta mempelajari hak dan kewajiban pekerja di negara tujuan sebelum berangkat.

Program SMK Go Global

Tyas juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Jember melalui program SMK Go Global. Program tersebut dinilai dapat membantu siswa memperoleh informasi yang tepat mengenai peluang kerja internasional. Sekaligus jalur penempatan resmi yang mendapat perlindungan negara.

Persiapan sejak bangku sekolah diharapkan dapat mengurangi risiko calon pekerja terjebak tawaran keberangkatan nonprosedural. Terlebih, calon PMI perlu memastikan proses penempatan dilakukan melalui jalur resmi dan pihak yang berwenang.

Baca Juga : Gaji Pegawai PMI Jember Segera Dinaikkan 15 Persen

Sebagai bentuk dukungan, BP3MI Jawa Timur menyatakan siap membantu Pemkab Jember. Melalui penyediaan materi edukasi migran aman, pendampingan informasi prosedur penempatan, serta fasilitasi ujian sertifikasi bahasa dan keahlian di Kabupaten Jember.

Dengan dukungan tersebut, calon PMI diharapkan dapat mengakses persiapan yang dibutuhkan tanpa harus selalu pergi ke ibu kota provinsi. Program SMK Go Global pun diharapkan bukan sekadar membuka jalan untuk bekerja di luar negeri, melainkan juga membekali lulusan agar lebih siap, aman, dan memahami hak-haknya sebagai pekerja migran. (Adv/Rio/aye)