Revitalisasi Alun-Alun Tanggul Dimulai November 2026

Revitalisasi Alun-Alun Tanggul Dimulai November 2026, Tata Zonasi PKL dan RTH Demi Buka Peluang Kerja dan Bantu UMKM
Ft : Revitalisasi Alun-Alun Tanggul Dimulai November 2026, Tata Zonasi PKL dan RTH Demi Buka Peluang Kerja dan Bantu UMKM (aye)

Jember, Suaragong.com – Intervensi fiskal daerah melalui pembangunan infrastruktur publik terus dioptimalkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember sebagai instrumen stimulan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Langkah nyata ini ditunjukkan lewat pengumuman rencana revitalisasi Alun-Alun Kecamatan Tanggul yang dijadwalkan mulai dieksekusi pada November 2026 mendatang.

Revitalisasi Alun-Alun Tanggul Jember Bulan November

Proyek penataan ruang terbuka hijau (RTH) ini didesain tidak hanya untuk mempercantik estetika kawasan perkotaan di wilayah barat Jember. Melainkan bagian dari strategi makro Pemkab Jember dalam memicu volume perputaran uang di sektor informal serta pemberdayaan pelaku UMKM.

Rencana penataan yang disampaikan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) pada Minggu (18/10/2026) malam tersebut langsung direspons positif oleh kalangan pedagang mikro lokal. Selama ini, Alun-Alun Tanggul telah menjadi episentrum perdagangan rakyat yang menampung ratusan pedagang kuliner, mainan anak, hingga penyedia jasa hiburan. Namun, tata letak lapak yang belum terorganisir kerap memicu kemacetan dan permasalahan sampah yang mengurangi kenyamanan pengunjung.

Pendekatan Zonasi Niaga Profesional

Melalui program revitalisasi yang bergulir bulan depan, Pemkab Jember menerapkan pendekatan berbasis zonasi niaga yang profesional. Pemerintah daerah secara tegas menolak opsi penggusuran represif terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL), melainkan memprioritaskan jalur pembinaan dengan menyediakan kluster khusus kuliner dan kerajinan tangan lokal.

Penataan ini dirancang agar para pedagang dapat berjualan dengan tertib tanpa mengganggu hak pejalan kaki. Sekaligus menjamin higienitas produk kuliner bagi masyarakat maupun wisatawan.

Baca Juga :Warga Jember Sambut Gembira Peresmian Alun-alun Jember Nusantara

Bupati Jember, Gus Fawait, menjelaskan bahwa pemerataan pusat keramaian dari wilayah perkotaan hingga ke tingkat kecamatan merupakan langkah konkret yang selaras dengan arahan pemerintah pusat dalam mengakselerasi pengentasan kemiskinan.

”Bentuk keadilan itu salah satunya adalah pemerataan akses ekonomi. Membangun Jember tidak boleh lagi hanya terpusat di satu titik perkotaan. Keberadaan Alun-Alun Tanggul yang dipercantik ini diharapkan menjadi simbol baru tumbuhnya pusat keramaian yang menggerakkan roda ekonomi rakyat terkecil. Kita ingin memperluas sebaran pusat aktivitas masyarakat agar pertumbuhan ekonomi Jember tidak mengalami ketimpangan,” tegas Gus Fawait memaparkan visinya.

Dalam Tahap Finansial Namun Dipastikan Tetap Berjalan

Meskipun draf rincian teknis pembangunan kawasan saat ini masih dalam tahap finalisasi, Namun pelaksanaan nantinya tetap dijalankan. Hal ini dipastikan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Pemkab Jember memastikan proses pelaksanaan proyek akan menggunakan pendekatan partisipatif. Pemerintah daerah bakal merangkul asosiasi pedagang lokal dan pihak kecamatan untuk ikut mengawal jalannya proyek fisik, sehingga aktivitas penataan dapat berjalan kondusif pada November mendatang.