Malang, Suaragong.com – Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, kembali membawa nama Jawa Timur ke tingkat nasional. Desa ini mengikuti Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026 melalui sesi pemaparan dan wawancara bersama Tim Penilai Pusat di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (6/10/2026) sore.
Desa Kebobang Bawa Nama Jatim ke Tingkat Nasional!
Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib hadir bersama jajaran kepala perangkat daerah, Kepala Desa Kebobang beserta perangkatnya, TP PKK Desa, serta Tim Penilai Pusat.
Dalam kesempatan tersebut, Desa Kebobang memaparkan berbagai program yang dikembangkan untuk memperkuat pelayanan publik, ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat, kesehatan, hingga lingkungan.
Ada sembilan inovasi unggulan yang menjadi bagian dari pemaparan. Salah satunya Keris (Kawasan Ekonomi Terintegrasi) yang dirancang untuk menggabungkan berbagai potensi ekonomi desa.
Kemudian ada Gempita, inovasi digitalisasi pelayanan publik yang memungkinkan masyarakat mengurus administrasi desa dengan lebih cepat. Layanan tersebut bahkan disebut dapat diproses sekitar 15 menit.
Dari Sampah hingga Eduwisata
Inovasi Desa Kebobang tidak berhenti pada pelayanan administrasi. Desa ini juga mengembangkan Kampung Tematik berbasis potensi lokal serta eduwisata melon hidroponik yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT).
Di sektor lingkungan, terdapat gerakan Sodaqoh Sampah yang didukung 15 bank sampah. Sementara untuk bidang kesehatan, inovasi Sultan Kebobang dan Sendok Emas diarahkan untuk membantu menekan angka stunting.
Program tersebut disebut menunjukkan hasil. Jumlah anak stunting di Desa Kebobang turun dari 29 anak pada 2024 menjadi 22 anak pada 2025.
Wabup Malang Lathifah Shohib mengapresiasi inovasi yang lahir dari kebutuhan masyarakat tersebut. Menurutnya, pengembangan desa tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan kreativitas dan kemampuan mengoptimalkan potensi lokal.
“Yang dilakukan Desa Kebobang ini merupakan praktik baik yang patut diapresiasi. Inovasi yang lahir dari kebutuhan masyarakat harus terus dikembangkan agar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan,” ujar Lathifah.
Inovasi Kebobang Bakal Ditularkan
Pemkab Malang juga tidak ingin berbagai inovasi tersebut hanya menjadi capaian milik Desa Kebobang. Praktik yang dinilai sesuai akan didorong untuk direplikasi ke desa lain dengan menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Dukungan replikasi tersebut nantinya dapat diperkuat melalui kebijakan seperti Peraturan Bupati (Perbup), RKPD, hingga dukungan anggaran perangkat daerah terkait.
“Harapannya, inovasi Desa Kebobang tidak hanya menjadi kebanggaan Desa Kebobang, tetapi juga dapat ditularkan kepada desa-desa lainnya. Tentunya dengan menyesuaikan karakteristik, potensi, dan kebutuhan masing-masing desa,” tegasnya.
Keikutsertaan di tingkat nasional ini sekaligus menjadi momentum bagi Desa Kebobang untuk menunjukkan bahwa inovasi dari tingkat desa bisa menyentuh banyak sektor; mulai pelayanan publik, ekonomi, kesehatan, lingkungan, hingga pemberdayaan warga.










