Gus Fawait Ajak Pedagang Dialog dan Bersama Menata Pasar Tanjung

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait mengajak ratusan pedagang dan elemen mahasiswa duduk bersama menata Pasar Tanjung
FT : Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait mengajak ratusan pedagang dan elemen mahasiswa duduk bersama menata Pasar Tanjung (Aye/sg)

SUARAGONG.COM – Persoalan penataan Pasar Tanjung kembali dibahas langsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (22/9/2026). Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait mengajak ratusan pedagang dan elemen mahasiswa duduk bersama untuk membicarakan kondisi pasar.

Pasar Tanjung Jember Mau Ditata Lagi, Pedagang Diajak Duduk Bareng

Yang menarik, dialog tidak berlangsung dengan suasana formal. Massa yang sebelumnya berada di luar pendopo diarahkan masuk ke aula dan berdiskusi secara lesehan. Forum ini menjadi ruang bagi pedagang untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Sejumlah pedagang menyoroti penataan lapak di area bawah pasar yang dinilai mengganggu aktivitas pedagang lama. Penempatan lapak yang tidak teratur disebut berdampak pada akses menuju los dan turut memengaruhi aktivitas jual beli. Persoalan kebersihan serta lalu lintas di sekitar pasar juga ikut menjadi pembahasan.

Aspirasi Pedagang dan Mahasiswa Jadi Rumus Utama

Gus Fawait mengatakan pembenahan Pasar Tanjung menjadi salah satu agenda yang perlu ditindaklanjuti pemerintah daerah. Ia menyebut aspirasi pedagang dan mahasiswa menjadi bahan dalam merumuskan langkah penataan pasar.

“Pasar tradisional adalah benteng ekonomi warga dan tempat wong cilik mengadu nasib. Apa yang menjadi harapan para pedagang dan mahasiswa, itu pula yang menjadi komitmen kami di Pemkab Jember,” ujar Gus Fawait.

Baca Juga : Pasar Tanjung Jember Dapat Rp250 Miliar untuk Revitalisasi

Sejumlah Langkah Diambil dalam Dialog

Dari dialog tersebut, Pemkab Jember menawarkan sejumlah langkah. Pertama, uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Samanhudi untuk mengurai kepadatan. Kedua, pembentukan Satgas Gabungan Penataan Pasar. Ketiga, pengaturan waktu berjualan agar aktivitas pedagang dapat lebih tertata.

Kesepakatan tersebut dijadwalkan mulai diuji coba pada Rabu (23/9/2026). Pemkab juga membuka ruang evaluasi apabila penerapannya di lapangan masih membutuhkan penyesuaian.

Gus Fawait menyebut langkah ini merupakan tindak lanjut dari janjinya kepada pedagang sekitar sepekan sebelumnya. Ia juga menegaskan bahwa pembenahan nantinya tidak hanya menyasar Pasar Tanjung, tetapi secara bertahap akan menyentuh pasar tradisional lainnya di Kabupaten Jember.

“Saya bangga dengan pemikiran kritis teman-teman mahasiswa. Semua gagasannya, mulai dari rekayasa lalu lintas, Satgas, sampai penataan trotoar kami akomodasi. Mari kawal bersama prosesnya di lapangan,” pungkasnya. (Aye/sg)