Ikan Sapu-Sapu Ternyata Bisa Turunkan Fungsi Otak

Ikan Sapu-Sapu Ternyata Bisa Turunkan Fungsi Otak
Ikan Sapu-Sapu Ternyata Bisa Turunkan Fungsi Otak

SUARAGONG.COM – Belakangan ini, aksi “sapu bersih” ikan sapu-sapu di perairan Jakarta lagi ramai jadi perbincangan. Bukan tanpa alasan, Pemerintah Kota Jakarta Timur bahkan berhasil menjaring hingga 1,83 ton ikan ini dari 10 kecamatan! Tapi, kenapa sih ikan yang sering kita temui di sungai-sungai keruh ini dilarang keras untuk dikonsumsi?

Jawabannya bukan soal rasa, tapi soal “tabungan” penyakit kronis yang dibawa ikan ini.

Bahaya Logam Berat yang Mengintai

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Herwin Meifendy, menegaskan kalau ikan sapu-sapu adalah “penyerap” logam berat paling handal di perairan tercemar. Di dalam tubuhnya terkandung zat-zat berbahaya seperti:

  • Merkuri: Menyerang sistem saraf, paru-paru, ginjal, dan yang paling ngeri: fungsi otak!
  • Timbal (Pb): Bisa menurunkan tingkat kecerdasan dan memicu gangguan perilaku.
  • Arsen: Bersifat karsinogenik alias pemicu kanker.
  • Kadmium: Merusak ginjal dan sistem pernapasan.

Baca Juga : Gaes !!! Konsistensi Arwana Super Red, Pesona Ikan Endemik Indonesia

Efeknya Nggak Instan, Tapi “Nabung” Penyakit

Herwin mengingatkan kalau makan ikan ini nggak akan langsung bikin kita sakit hari itu juga. Masalahnya adalah akumulasi. Zat-zat tadi bakal menumpuk di tubuh selama bertahun-tahun sampai akhirnya memicu penyakit degeneratif dan penurunan fungsi otak di masa depan.

“Belum ada metode pengolahan yang benar-benar bisa menghilangkan kandungan logam berat ini secara aman,” tegas Herwin (22/4/2026). Jadi, mau digoreng kering atau direbus lama pun, racunnya tetap ada!

Jakarta Timur “Perang” Lawan Ikan Sapu-Sapu

Dari operasi besar-besaran kemarin, wilayah Kecamatan Makasar jadi penyumbang tangkapan terbesar dengan 481,55 kg, disusul Ciracas dan Cakung. Gerakan ini dilakukan bukan cuma buat bersihin sungai dari spesies invasif, tapi juga biar nggak ada lagi warga yang iseng mengonsumsi ikan ini. (Aye/sg)

Exit mobile version