SUARAGONG.COM – Konflik panas yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel ternyata nggak cuma bikin harga minyak mentah dunia naik turun, tapi juga bikin produsen kondom terbesar di dunia, Karex, pusing tujuh keliling. Perusahaan asal Malaysia ini berencana menaikkan harga produknya hingga 30 persen lebih!
Harga Kondom Naik! Urusan Kasur Jadi Report Imbas Perang
Kenapa urusan perang bisa sampai ke “urusan kasur”? Ini penjelasannya:
1. Jalur Dagang “Macet” di Selat Hormuz
Ketegangan di Timur Tengah bikin Selat Hormuz jadi jalur yang rawan. Padahal, 20 persen pasokan minyak dunia lewat sana. Kalau jalur ini terganggu, distribusi produk turunan minyak bumi—seperti amonia buat pengawet lateks dan pelumas silikon—langsung tersendat.
2. Bahan Baku & Logistik Mahal
Karex (yang juga memproduksi merek global kayak Durex dan Trojan) sangat bergantung pada produk petrokimia. Begitu harga energi naik dan pengiriman lewat laut makin ribet, biaya produksi mereka otomatis meroket.
Baca Juga : Iran Tutup Selat Hormuz, Dampaknya ke Indonesia?
3. Teori Unik: Ekonomi Sulit, Permintaan Naik?
Menariknya, CEO Karex, Goh Miah Kiat, menyebut permintaan kondom malah naik 30 persen tahun ini. Logikanya unik: pas lagi masa ketidakpastian ekonomi atau perang, orang cenderung lebih khawatir soal masa depan dan menunda punya anak. Alhasil, kebutuhan “pengaman” makin tinggi pas barangnya lagi langka!
Baca Juga : Harga Plastik Melejit: Menperin Siapkan Skenario Subsidi
Imbasnya Kemana-mana
Kenaikan harga ini ternyata nggak cuma nyerang alat kesehatan. Konflik Timur Tengah juga diprediksi bakal bikin:
- Industri semikonduktor sampai air minum kemasan ikut tertekan.
- Harga tiket pesawat makin mahal.
- Harga pangan (gula, susu, buah) naik karena biaya kirim mahal.
Waduh, gara-gara konflik global, barang satu ini ikutan naik harganya! Ternyata bahan bakunya emang sensitif banget sama harga minyak dunia. Gimana menurutmu? Mending nyetok dari sekarang atau gimana nih? (Aye/sg)
