SUARAGONG.COM – Momentum peringatan Hari Kartini dimanfaatkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, untuk meluncurkan buku bertajuk Bising dan Hening. Peluncuran tersebut digelar dalam rangkaian acara TGX Women Summit di Gedung Bioskop NSC, Senin (20/4/2026).
Peringati Hari Kartini, Novita Hardini Luncurkan Buku “Bising dan Hening” di TGX Women Summit
Buku Bising dan Hening mengangkat kisah perjalanan sejumlah perempuan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Melalui karya tersebut, Novita berharap dapat menjadi ruang refleksi sekaligus inspirasi bagi perempuan untuk lebih berani mengekspresikan diri melalui tulisan.
Menurutnya, setiap individu memiliki kemampuan untuk menjadi penasehat terbaik bagi dirinya sendiri. Oleh karena itu, menulis menjadi salah satu cara untuk merekam perjalanan hidup sekaligus menemukan makna dari setiap pengalaman.
“Bagaimana kita menjadikan setiap perjuangan hidup itu menjadi karya. Maka buku ini menjadi simulasi bagi seluruh perempuan untuk bisa berkarya melalui tulisannya,” ujarnya.
Ruang Refleksi dan Memoar Perempuan
Novita menjelaskan, buku ini berisi kumpulan cerita historis dari perempuan-perempuan yang telah melewati berbagai tantangan hidup. Setiap cerita tidak hanya menggambarkan perjuangan, tetapi juga pemikiran dan refleksi yang lahir dari pengalaman tersebut.
Ia berharap, tulisan-tulisan dalam buku ini dapat menjadi pengingat di masa depan bagi para penulisnya.
“Ketika seseorang menuliskan pengalaman hidupnya, lalu membacanya kembali di masa mendatang, itu bisa menjadi nasihat terbaik bagi dirinya sendiri,” jelasnya.
Dukung Ekonomi Kreatif dan Talenta Lokal
Tak hanya peluncuran buku, acara TGX Women Summit juga menampilkan karya sineas muda Trenggalek, mulai dari film dokumenter hingga animasi. Hal ini menjadi bukti bahwa geliat ekonomi kreatif di daerah tersebut semakin berkembang.
Novita mengaku optimistis terhadap potensi generasi muda Trenggalek yang dinilai memiliki talenta besar, bahkan mampu bersaing di tingkat nasional.
Ke depan, ia berencana menggelar workshop hingga bootcamp bekerja sama dengan Emtek untuk mengembangkan kemampuan para kreator lokal, baik di bidang penulisan maupun perfilman.
Baca Juga : DPRD Trenggalek Setujui Ranperda APBD Jadi Perda
Pesan Kesetaraan dari Bupati Trenggalek
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin turut menyampaikan pandangannya terkait semangat Kartini. Menurutnya, nilai-nilai kesetaraan tidak hanya menjadi milik perempuan, tetapi juga harus dihayati oleh laki-laki.
“Saya belajar banyak tentang kesetaraan. Bahkan, saya terus menekan ego patriarki dalam diri saya sebagai bagian dari proses belajar,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk meneladani semangat Kartini melalui kemauan untuk terus belajar dan berkembang tanpa memandang gender. (Adv/Mila/Aye)
