Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan bahwa ini adalah “baru permulaan,” sementara militer Israel mengumumkan operasi darat terarah di Gaza untuk membangun zona penyangga antara wilayah utara dan selatan Gaza.
Kekerasan ini terjadi setelah hampir dua bulan perdamaian rapuh berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang dimulai pada 19 Januari 2023.
Penyebab runtuhnya gencatan senjata ini adalah penolakan Hamas terhadap proposal perpanjangan gencatan senjata dan pembebasan lebih banyak sandera.
Israel menyalahkan Hamas atas kembali terjadinya permusuhan, dengan alasan bahwa kelompok tersebut menolak memenuhi permintaan untuk membebaskan lebih banyak sandera.
Pemerintah Netanyahu menghadapi tekanan dari dalam dan luar negeri, dengan kelompok sayap kanan menuntut perang total melawan Hamas.
Sementara kekerasan semakin meningkat, kedua pihak tetap teguh pada posisi mereka, dan prospek pembicaraan yang diperbarui tampaknya semakin sulit tercapai.
Baca Juga : Ngeri! Banyak Wartawan Tewas Imbas Perang Israel Hamas
Jangan Lupa ikuti terus Informasi, Berita artikel paling Update dan Trending Di Media Suaragong !!!. Jangan lupa untuk ikuti Akun Sosial Media Suaragong agar tidak ketinggalan di : Instagram, Facebook, dan X (Twitter). (Fz).
Baca Juga Artikel Berita Lain dari Suaragong di Google News