Isu Mark-Up Sepatu Sekolah Rakyat, Mensos Speak Up!

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akhirnya buka suara soal isu penggelembungan harga sepatu siswa Sekolah Rakyat yang lagi viral.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akhirnya buka suara soal isu penggelembungan harga sepatu siswa Sekolah Rakyat yang lagi viral.

SUARAGONG.COM – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akhirnya buka suara soal isu penggelembungan harga sepatu siswa Sekolah Rakyat yang lagi viral. Didampingi Wamen Agus Jabo Priyono, Gus Ipul dengan tegas menyebut narasi yang beredar adalah fitnah dan upaya memutarbalikkan fakta.

Ini dia 5 poin penting klarifikasi dari Kemensos biar kamu nggak gagal paham:

Sepatu Sekolah Rakyat Itu Ternyata “Hadiah”

Foto sepatu bermerek yang ramai dibanding-bandingkan netizen ternyata bukan hasil pengadaan Kemensos, melainkan hadiah pribadi dari Gubernur Khofifah untuk 10 siswa Sekolah Rakyat di Jatim menggunakan dana APBD Pemprov Jatim. Jadi, nggak nyambung kalau dipakai buat nge-judge anggaran Kemensos!

Bedah Anggaran: Rp700 Ribu Itu Pagu, Bukan Harga Beli!

Gus Ipul memaparkan secara transparan soal harga Rp700 ribu yang jadi perdebatan:

  • Pagu Anggaran: Itu adalah batas maksimal, bukan harga pembelian riil.
  • Mekanisme Kompetitif: Pemenang tender adalah vendor yang kasih harga paling murah tapi kualitasnya masuk spesifikasi.
  • Harga Riil: Banyak jenis sepatu lain yang harganya cuma di kisaran Rp200 ribu – Rp300 ribu.

Setiap siswa Sekolah Rakyat ternyata dapat paket komplit buat berbagai aktivitas. Jadi, anggarannya itu mencakup:

  • Sepatu PDL: Buat aktivitas outdoor.
  • Sepatu PDH: Buat belajar di kelas.
  • Sepatu Olahraga: Buat gerak fisik.
  • Sepatu Santai: Buat di asrama.
  • Plus Kaos Kaki: Semuanya sudah termasuk kaos kaki, jadi siswa tinggal pakai!

Baca Juga : 143 Guru Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri

No Intervensi, No Titip-Titip!

Gus Ipul dan Wamen Agus Jabo berkomitmen menjaga integritas. Mereka menjamin nggak ada “titipan” atau intervensi dalam proses pengadaan barang. Semuanya terbuka buat diaudit.

“Kalau ada bukti kuat penyimpangan, kami sendiri yang akan jadi pihak pertama yang lapor ke aparat penegak hukum!” tegas Gus Ipul.

Meskipun kena fitnah, Gus Ipul tetap berterima kasih sama netizen dan masyarakat yang sudah aktif mengawal program pemerintah. Menurutnya, pengawasan dari masyarakat itu penting supaya program Sekolah Rakyat tetap on track. (Aye/sg)