SUARAGONG.COM – Suasana Kabupaten Jember akhir pekan ini benar-benar pecah. Gelaran Karnaval SCTV 2026 yang berlangsung sejak Sabtu (16/5/2026) sukses menjadi magnet hiburan bagi puluhan ribu masyarakat dari berbagai wilayah. Alun-alun Jember berubah menjadi lautan manusia yang antusias menyaksikan penampilan artis-artis papan atas ibu kota.
Karnaval SCTV 2026 Jadi Magnet Hiburan Warga
Tak sekadar konser gratis, event berskala nasional ini juga membawa dampak ekonomi besar bagi masyarakat. Lapak UMKM, pedagang kaki lima, hingga sektor perhotelan ikut kecipratan berkah dari membludaknya pengunjung selama dua hari pelaksanaan acara.
Kemeriahan sudah terasa sejak hari pertama. Jalur utama menuju pusat kota dipadati kendaraan warga dari berbagai kecamatan. Atmosfer kota menjadi hidup dan ramai, sementara para pelaku usaha lokal memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan penjualan.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, mengaku gembira melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi terhadap Karnaval SCTV 2026. Ia bahkan menyebut jumlah pengunjung terus meningkat signifikan sejak hari pertama pelaksanaan.
“Luar biasa sekali animo masyarakat kita. Hari pertama pada Sabtu malam kemarin saja, data yang masuk ke kami mencatat ada sekitar 17.564 orang yang memadati area utama karnaval ini. Nah, masuk ke hari Minggu ini, baru sampai jam 10.00 pagi tadi, jumlah pengunjungnya sudah melesat ke angka 19.948 orang,” ujar Bupati Jember Muhammad Fawait saat ditemui di area VIP panggung utama, Minggu (17/5/2026).
Hadirkan Terus Event Besar di Jember
Menurut Gus Fawait, Pemerintah Kabupaten Jember memang sengaja menghadirkan event berskala besar. Agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat secara langsung, terutama sektor ekonomi kecil dan menengah.
“Dari awal saya selalu ingatkan ke semua tim, kalau bikin acara itu jangan yang kecil-kecil, karena dampaknya tidak akan terasa ke bawah. Event besar seperti Karnaval SCTV ini tidak boleh cuma jadi ajang seremoni atau panggung formalitas saja, tapi harus benar-benar memberikan multiplier effect yang instan dan nyata bagi masyarakat Jember yang berjualan di sekitar sini,” tegasnya.
Dampak positif dari kegiatan tersebut langsung terasa di berbagai sektor. Hotel dan homestay di kawasan pusat kota dilaporkan penuh oleh tim produksi televisi maupun pengunjung dari luar daerah. Sementara pedagang kuliner, minuman, hingga penjual suvenir mengaku mengalami lonjakan omzet selama acara berlangsung.
Baca Juga : Jember Jadi Tuan Rumah Karnaval SCTV 2026
Manfaatkan Momentum Libur Panjang
Bupati Jember Muhammad Fawait juga menyebut momentum libur panjang sengaja dimanfaatkan untuk menahan perputaran uang warga agar tetap berada di Kabupaten Jember.
“Masyarakat Jember sekarang sudah pintar dan mereka punya akses hiburan kelas atas di rumah sendiri. Di libur panjang ini, terbukti mereka lebih memilih berlibur dan jajan di Jember saja, tidak perlu jauh-jauh ke luar kota yang bikin ongkos bengkak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan Karnaval SCTV 2026 menjadi bukti bahwa hiburan rakyat bisa menjadi mesin penggerak ekonomi yang efektif jika dikemas secara serius dan melibatkan banyak elemen masyarakat.
“Semua orang senang, yang jualan untung, yang nonton juga terhibur. Ini semua bisa terjadi karena rasa cinta kita yang besar pada Jember,” pungkas Bupati Jember Muhammad Fawait. (Adv/Rio/Aye)










