SUARAGONG.COM – Kabupaten Jember sukses mengawinkan potensi komoditas unggulan daerah dengan sektor pariwisata alam melalui konsep event tourism bertaraf internasional. Pemilihan pesisir Pantai Watu Ulo sebagai lokasi malam puncak Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) 2026 pada Sabtu (1/8/2026) malam. Menjadi strategi jitu Pemkab Jember dalam mempromosikan destinasi wisata bahari langsung di hadapan para delegasi, pengusaha, dan eksportir dari 11 negara.
Cerutu Dunia Bertemu Keindahan Pantai Watu Ulo! Pemkab Jember Sukses Gelar Malam Puncak JKCI 2026
Penyelenggaraan acara outdoor berlatar deburan ombak pantai selatan ini memberikan pengalaman eksklusif (premium experience) bagi tamu mancanegara. Seperti dari Amerika Serikat hingga kawasan Asia.
Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), mengungkapkan bahwa taktik ini dirancang untuk membangun citra daerah. Menunjukkan kesan eksotis, aman, dan prospektif bagi investasi maupun kunjungan wisata berkelanjutan.
“Meskipun dikemas dalam nuansa yang eksklusif dan terbatas, ajang ini tetap menyedot perhatian masyarakat luas serta menghidupkan perekonomian warga di sekitar kawasan wisata Pantai Watu Ulo. Kehadiran para tamu mancanegara tersebut menjadi bukti nyata bahwa langkah Pemkab Jember dalam mempromosikan wilayahnya sudah berada di jalur yang tepat,” terang Gus Fawait.
Serap High-Spending Tourist dan Gerakkan Ekonomi Warga
Konsep exclusive event tourism pada JKCI 2026 ini dinilai efektif menaikkan kelas pariwisata Kabupaten Jember dengan menggaet wisatawan kelas atas. Atau yang biasa dikenal dengan high-spending tourist yang memiliki daya beli tinggi.
Dampak domino (multiplier effect) dari gelaran ini langsung dirasakan oleh masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif di kawasan pesisir. Sektor penginapan (homestay), penyewaan transportasi, pengrajin suvenir, hingga warung kuliner seafood lokal mencatatkan peningkatan omzet yang signifikan selama rangkaian acara berlangsung.
Pemkab Jember berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur di kawasan Pantai Watu Ulo agar siap menjadi tuan rumah event internasional mendatang, sekaligus menjadikan sinergi industri cerutu dan wisata bahari sebagai model baru pembangunan ekonomi kreatif daerah. (Aye/sg)










