Kota Batu, Suaragong.com – Mengisi waktu akhir pekan, Wali Kota Batu, Nurochman, melakukan kunjungan kerja ke packing house COOSAE di Jalan Indragiri RT 01 RW 03, Kelurahan Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu, Minggu (11/10/2026). Kedatangan Wali Kota ini bertujuan untuk meninjau secara langsung proses pengemasan dan pelabelan hasil pertanian lokal. Sekaligus menyoroti peran penting agregator dalam membantu petani dalam perluasan akses pasar pertanian. Antaranya seperti pada komoditas jambu dan kentang segar.
Pemkot Batu Prioritaskan Perluasan Pasar Produk Pertanian Melalui Penguatan COOSAE
”COOSAE merupakan salah satu agregator yang dibentuk pada era mBatu SAE untuk mempertemukan hasil produksi petani dengan peluang pasar. Melalui pengemasan yang lebih tertata, produk pertanian Kota Batu kami harapkan memiliki daya saing lebih baik,” ujar Nurochman.
Di sela-sela kunjungannya, Nurochman menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Batu berkomitmen penuh untuk memperkuat jejaring pemasaran produk lokal. Langkah ini ditempuh melalui sinergi dan kerja sama strategis dengan pelaku usaha swasta, pusat oleh-oleh, hingga perguruan tinggi di kawasan Malang Raya.
Pemanfaatan PLUT dan Pendampingan Komprehensif
Ia juga mengimbau para pelaku UMKM dan petani untuk aktif memanfaatkan fasilitas Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Batu. Melalui PLUT, para pelaku usaha bisa mendapatkan pendampingan komprehensif. Khususnya terkait pengelolaan keuangan, legalitas, teknik produksi, hingga strategi pemasaran baik secara konvensional maupun digital.
”Khusus untuk produk pangan, pemenuhan perizinan dan standar keamanan sesuai jenis produk perlu diperhatikan. Untuk menjaga kualitas serta memberikan rasa aman kepada konsumen,” tegasnya.
Baca Juga :Pemkot Batu Perkuat Perlindungan Sosial Kota Batu
Untuk diketahui, COOSAE merupakan singkatan dari Cooperative Smart Agriculture Ecosystem. Koperasi Multi Pihak (KMP) yang digagas di masa kepemimpinan Nurochman–Heli Suyanto ini didirikan guna membangun ekosistem pertanian terpadu yang menghubungkan petani lokal, teknologi modern, manajemen pascapanen, serta akses pasar yang lebih luas. Melalui penguatan ini, Pemkot Batu berharap dampak ekonominya dapat dirasakan langsung oleh para petani dan masyarakat luas. (Fir/aye)










